Menyoroti Kasus Gassen Saberi Gilchalan

Foto: Ilustrasi Intelejen

KBRN, Jakarta: Kasus penangkapan Gassem Saberi Gilchalan terjadi bulan Mei lalu. Ia pun sudah dihukum dengan vonis 2 tahun penjara serta denda 100 juta rupiah. Gilchalan coba banding namun ditolak sehingga ia pun harus meringkuk di Penjara.

Awalnya kasus Gilchalan lebih ke pelanggaran Imigrasi dengan tuduhan penggunaan paspor palsu dari Bulgaria. Namun saat digeledah Gilchalan juga memiliki paspor Iran dan sudah beberapa kali keluar masuk Indonesia. Gilchalan dinilai terbukti melanggar Pasal 119 ayat (2) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sebagaimana dakwaan pertama.

Sekalipun ia sudah divonis dengan tuduhan pelanggaran Imigrasi, namun dengan adanya dugaan kegiatan intelejen asing, bagusnya Gilchalan disidik lebih dalam lagi soal kegiatan intelejennya di Indoneisa, termasuk dengan siapa saja Gilchalan berkomunikasi di Indonesia.

Tidak mungkin rasanya kalau tidak ada mitra lokal yang memfasilitasi kehadiran Gilchalan di Indonesia. Ini persoalan serius lebih dari pada persoalan penggunaan paspor palsu. Kita tunggu hasil penyidikan pihak berwenang di Indonesia termausk Polisi dan Badan Intelejen Negara.

Harapannya tentu tidak ada rahasia penting negara yang lolos ke luar negeri. Pihak intelejen negara perlu memastikan bahwa Indonesia aman dari kegiatan intelejen dan mata-mata asing. Demikian komentar selamat pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar