Perjuangan di Wilayah Banjir Rob Jakarta Utara

Angkutan umum melintasi banjir rob di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkirakan puncak musim hujan dan potensi rob di Ibu Kota terjadi pada Januari hingga Februari 2022. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November kali ini, secara umum ditandai dengan upacara dan berbagai kegiatan menandai perjuangan arek-arek Suroboyo dan sekitarnya melawan penjajah Belanda.

Peristiwa heroik tersebut selalu menjadi inspirasi bagi generasi sesudahnya untuk berjuang dalam beragam kondisi. Pada era sekarang, kondisi masyarakat semakin berubah dan salah satunya adalah kerusakan lingkungan dan dampak perubahan iklim global.

Peristiwa banjir rob di sejumlah daerah dan salah satunya di kawasan Muara Baru Jakarta Utara menuntut tantangan tersendiri bagi warga setempat. Pada satu sisi mereka berjuang menghadapi banjir rob dan pada satu sisi lain mereka juga harus berjuang memenuhi kehidupannya.

Sudah beberapa hari kawasan tersebut terendam banjir dengan ketinggian rerata 50 cm. Hidup dengan kondisi seperti ini tentu ada perjuangan tersendiri karena yang dihadapi alam. Belum lagi persoalan domestik seperti MCK. Tidak ada upaya singkat untuk mengatasi banjir rob ini.

Ini setidaknya pengingat juga bahwa Jakarta dan kota-kota lain di indonesia yang berada di pinggir laut memiliki potensi ancaman semacam ini.

Perjuangan era pendahulu dengan bambu runcing dan angkat senjata sudah pernah dilalui bangsa ini. Saat sekarang bagaimana berjuang dalam kondisi berbeda, di antaranya berjuang hidup dan berjuang mengatasi berbagai persoalan, salah satunya adalah persoalan lingkungan yang makin buruk.

Komentar ditulis Editor Senior Pro 3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00