Bencana Banjir Melanda Beberapa Wilayah

Foto: Bencana Banjir (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Selamat pagi pendengar, di Jakarta, ternyata banjir bukan saja dari derasnya kiriman air dari Bogor atau sumber air lainnya, tetapi juga dari Laut berupa banjir Rob. Dari gunung dikirim air dan dari laut juga dihalangi air. Wagub DKI Jakatta Riza Patria minta warganya agar bersabar.

Di negeri kita tercinta ini, kalau bicara soal banjir ternyata ada berbagai istilah dengan  tambahan kata sifat di belakangnya. Sementara dalam gabungan dua kata dalam KBBI dikenal juga banjir bandang dan banjir rob. Dalam sepekan kemarin dan terasa dampaknya hingga saat ini adalah Banjir di Sintang yang seolah sudah langganan, lalu ada juga banjir Bandang dengan korban tewas lumayan banyak di Batu, Jawa Timur serta banjir luapan sungai Lamongan di propinsi yang sama.

Sedangkan Banjir akibat akibat pasang air laut dan meluap hingga daratan terjadi di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Saban tahun, biasanya bulan November, Desember dan Januari, sejumlah wilayah di tanah air tergenang banjir akibat rurunnya air hujan secara berlimpah dan belum mampu ditanggulangi.

Namun belakangan ini banjir makin parah akibat kerusakan lingkungan. Tambahan lagi kata para ahli akibat cuaca Ekstrem La Nina. Dalam catatan ahli lingkungan BRIN Prof. Ignasius DA Sutapa, jumlah freqwensi banjir terus meningkat.

Sejak 2011 peningkatannya 10 x lipat, yakni 514 kali banjir secara nasional dan pada tahun 2021 jumlah banjir menjadi 1276. Artinya , sangat kuat diduga lingkungan sekitar  lokasi banjir sudah rusak. Kita tentu prihatin dengan musibah ini, karena  ada korban tewas, cidera hingga kehilangan anggota keluarga. Namun masalahnya, saban tahun disoroti, tahun depan sudah lupa lagi dan kembali banjir lagi.

Sebagai contoh adalah peristiwa banjir di Lamongan  bulan Maret lalu, namun bulan November ini, Ternyata banjir lagi. Di Sintang pun demikian. Sedangkan Jakarta sebagai ibukota, banjir adalah ulang tahun yang terus terjadi. Kini ditanbah rob yang menggenangi kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. 

Kerugian banjir pasti besar, baik material maupun imaterial, karena itu, walaupun disebut di atas sudah terjadi berulang kali, tapi kita wajib mengingatkan bahaya banjir yang mengancam sekitar kita. Tidak cukup hanya bersabar. Perlu upaya penyelamatan lingkungan untuk menghindari banjir. Demikian komentar. Selamat pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00