Rencana Pengaktifan Pelita Air Pengganti Garuda Indonesia

Foto: Pelita Air (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Harapan kita semua tentu agar Maskapai Penerbangan Nasional Garuda Indonesia tetap mengudara dan namanya tetap harus dalam dunia penerbangan domestik maupun internasional. Harapan ini setidaknya mengingat sejarah panjang Garuda Indonesia sejak zaman awal kemerdekaan hingga sekarang.

Kita tentu masih ingat bagaimana perjuangan bangsa ini memiliki pesawat udara sejak rakyat Aceh berhasil menghimpun 20 kg emas untuk membeli pesawat Dakota C47, pembentukan Indonesia Airways yang dilikuidasi tahun 1950 hingga pembentukan Garuda Indonesia atas prakarsa Bung Karno ketika itu.

Jadi, Garuda Indonesia itu bukan sekedar nama brand perusahaan penerbangan, namun juga bagian catatan perjalanan bangsa Indonesia.

Adapun bila saat ini kondisi keuangan Garuda Indonesia sudah demikian parah dan terancam sanksi pailit akibat tidak mampu bayar utang, maka hal ini perlu perhatian seluruh pihak. Dalam skala hitungan bisnis memang berat mempertahankan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dalam kondisi sekarang ini akibat pandemi karena utang yang jatuh tenpo 2021 diperkirakan 70 trilyun rupiah.

Walau menghadapai ancaman Pailit, pada pekan lalu Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan kabar gembira karena lolos dari tuntutan Pailit My Indo Airlines sebagai kreditor. Namun sayangnya, disela kabar gembira, justru beredar kabar lain, yakni bahwa pemerintah melalui kementerian BUMN sedang menyiapkan Perusahaan Penerbangan Pelita Air Service sebagai pengganti Garuda Indonesia.

Hal itu terungkap dari pernyataan Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo kepada Bisnis, Rabu, 20 Oktober 2021 lalu. Alasannya karena banyak pesawat Garuda Indonesia yang digrounded oleh pihak lessor.

Sehingga untuk mengantisipasi bila terjadi pemulihan jumlah penumpang pesawat, sudah ada gantinya yakni Pelita Air Service. Ini memang benar-benar ujian bagi Garuda Indonesia. Sekali lagi harapan kita adalah Garuda Indonesia menjadi sehat kembali dan namanya tetap mengudara di angkasa Indonesia. 

Bila ditanyakan bagaimana caranya. Kita serahkan pada ahlinya yang sangat paham untuk hal ini. Demikian komentar Selamat pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00