Polemik Peserta Polis Asuransi

(Ilustrasi)

KBRN, Jakarta: Curhatan atau ungkapan selebgram wanda Hamidah terkait kepesertaannya dalam polis asuransi jiwa dengan merek dagang P, agaknya masih belum berakhir. Belakangan ada juga yang mengungkapkan bahwa Wanda Hamidah menjadi figur yang tidak disukai agen asuransi karena ungkapan awalnya di media sosial.

Pada saat itu, selebgram tersebut mengungkapkan bahwa sebagai peserta polisi aktif asuransi jiwa merek P, ia rajin membayar premi sejak sekitar 12 tahun silam. Bahkan ia curhat kadang telat bayar sekolah anak demi prioritas bayar premi asuransi jiwa.

Hal yang membuat kesal adalah tatkala ada kebutuhan operasi lutut anaknya, ternyata hanya dicover Rp10 juta, padahal biaya operasi sekitar 60 juta rupiah.

Menanggapi hal ini, Luskito Hambali selaku Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia menjelaskan bahwa klaim rawat inap dan manfaat pembedahan atas polis yang dimiliki nasabah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Dalam kondisi ini, bisa jadi curhat selebgram Wandi Hamidah adalah ungkapan kekecewaan pada asuransi P, sedangkan dalam konteks perusahaan pengelola asuransi, tidak ada masalah, karena sesuai dengan polis.

Di sini persoalannya sering juga terjadi pada sejumlah pihak lain, yakni para peserta polis. Kadang peserta polis tidak membaca utuh kontrak kepesertaan polis tersebut. Di situlah pokok masalahnya.

Perjanjian polis asuransi jiwa tertulis detil dan dalam kontrak tampak sangat banyak terperinci. Bahkan ada juga sajian Ilustrasi premi dan manfaat yang diterima, dengan catatan, itu hanya ilustrasi dan bukan bagian dari kontrak.

Orang awam umumnya hanya menerima penjelasan dari agen asuransi. Karena agen asuransi mengejar target dan komisi, biasanya ada semacam kalimat indah yang substansinya tidak banyak dipahami oleh peserta polis.

Di sinilah pokok masalahnya. Persoalan ini bukan hanya pada perusahaan asuransi merek P, tapi juga pada sejumlah perusahaan asuransi jiwa lainnya. Ketik saja di google, persoalan asuransi jiwa merek yang lain, pasti banyak curhatan serupa.

Karena itu perlu hati-hati dengan tawaran agen asuransi dan jangan tanda tangan sebelum baca dan pahami betul isi polisi dengan segala konsekuensinya.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00