Wacana Reshuffle Kabinet

Foto: Para Menteri Presiden Jokowi-Maruf Amin (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kabar tentang rencana Reshuffle Kabinet selalu menarik diikuti, karena menyangkut kebijakan kepala pemerintahan terhadap pembantunya. 

Dalam Reshuffle Kabinet juga akan tampak kepentingan prioritas kebijakan dari seorang presiden. Hal lain yang mungkin menjadi alasan Reshuffle Kabinet karena pergantian posisi atau halangan lain. 

Semisal pada Reshuffle Kabinet tahun lalu, ada dua menteri Presiden Joko Widodo yang bermasalah dengan hukum, sehingga perlu diganti Menteri baru. 

Kali ini Reshuffle bukan pergantian menteri karena ia berhalangan tetap atau ada persoalan hukum, sehingga akan tampak bahwa bila Reshuffle ini terjadi maka adalah kepentingan kebijakan Presiden Joko Widodo sendiri. 

Beberapa hal yang mencuat, antaranya adalah soal kabar PAN masuk kabinet. Ini jelas bargaining politik. Tentu dengan kapasitas yang profesional, dan itu tidak ada masalah karena kader PAN pun banyak yang bagus. 

Hal lain adalah munculnya nama wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai salah satu kandidat yang dianggap layak menduduki jabatan menteri strategis. 

Ini tentu menarik, karena akan tampak hubungan semakin erat antara Presiden Joko Widodo dengan Partai Gerindra dan juga tentu dengan PDI Perjuangan. 

Sufmi Dasco pun bukan tokoh sembarangan, ia orang yang diakui kapabilitasnya, karena selain wakil ketua DPR juga Ketua Harian Gerindra. Demikian komentar. Ditulis oleh editor senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00