Perpanjangan PPKM Darurat

Foto: Ilustrasi Penyekatan Masa PPKM Darurat (Sindo)

KBRN, Jakarta: Penjelasan Presiden Joko Widodo terkait perpanjangan status PPKM Darurat disampaikan jelang batas akhir periode pertama PPKM DARURAT tadi malam. Banyak pihak harap-harap cemas menunggu sikap presiden, karena muncul sejumlah dinamika di tengah masyarakat. 

Karena namanya pembatasan, jelas Periode pertama tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 selama 18 hari memang menimbulkan berbagai dampak, terutama ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat lainnya. Ini sulit diterima tapi harus dipahami untuk kepentingan rakyat banyak. Sedangkan dari kalangan kesehatan, kebijakan tersebut mendapat apresiasi. 

Data jumlah warga terpapar Covid19 sudah turun walau belum stabil. Hari Minggu 44 ribu, lalu senin lalu 34  ribu kasus baru. Sayangnya kemarin naik lagi 38 ribu. 1093, lalu 1338 dan kemarin 1280 kematian. Fluktuatif dan masih di atas seribu orang per hari. Karena itu, penjelasan Presiden Joko Widodo tadi malam untuk memperpanjang PPKM Darurat harus diterima dan dipahami dengan akal sehat. 

Kegiatan sosial ekonomi memang turun, namun ada harapan recovery bila kondisi membaik. Sedangkan bila nyawa kematian yang direngut akibat Covid19, tidak mungkin direcovery kembali. Senyatanya, kematian akibat Covid-19 sangat dekat serta tampak di depan kita. Betapa banyak kematian menyebabkan anak kehilangan orang tuanya, padahal mereka masih perlu biaya sekolah dan kasih sayang. 

Selain itu, tidak sedikit dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, tokoh agama, dan cerdik pandai lainnya wafat karena covid 19. Itu artinya ada kehilangan besar asset sumberdaya negara. Sikap presiden Joko Widodo dengan memperpanjang PPKM sampai tgl 25 Juli dengan sejumlah relaksasi dan opsi dilonggarkan tgl 26 Juli bila kasusnya terus menurun adalah bijak. Demikian komentar selamat pagi. 

Komentar disampaikan Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00