Pembinaan Sepakbola dengan Pelatih Korea Selatan

Pesepak bola Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam (kanan) mempertahankan bola dari kawalan pesepak bola Timnas Vietnam Nguyen Tuan Anh (kiri) dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/2021) malam. Timnas Indonesia kalah dari Timnas Vietnam dengan skor 0-4 dalam pertandingan tersebut. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Ketika kita menyaksikan pertandingan antara Indonesia dengan Vietnam Senin lalu, memang jantung kerap berdebar keras.

Pada paruh pertama pertandingan, serangan bertubi-tubi ke gawang Indonesia. Kalaupun kemudian pelatih Indonesia Shin Tae Yong menyebut bahwa gol pertama Vietnam pada awal babak kedua akibat ketidakcermatan wasit, namun secara faktual harus diakui bahwa serangan kesebelasan Vietnam sangat tidak sebanding dengan apa yang dilakukan kesebelasan Indonesia.

Pada pertandingan tersebut, pelatih Vietnam Park Hae Song kembali membuktikan kedigdayaanya Vietnam sebagai satu kekuatan terbaik sepakbola di Asia. Level Vietnam sudah Asia dan setara dengan Cina, Jepang, dan Korea, karena sudah pernah runner up piala Asia tahun 2018, dan peringkatnya terus membaik ke-93. Sedangkan untuk level ASEAN, Vietnam adalah jawaranya.

Kesebelasan Indonesia memang masih harus mencari jati diri karena berada pada tingkat 173 hampir 80 tingjat di bawah Vietnam. Semua ini tidak terlepas dari kesuksesan pelatih asal Korea Selatan Park Hae Song yang merubah gaya permainan Vietnam sejak 2017.

Karena keberhasilannya, pemerintan Vietnam memberi Medali Negara Order of the Labour bagi Park Hae Song. Ia pun diikat kontrak dengan gaji fantastis untuk tingkat negara seperti Vietnam dengan gaji per bulan diperkirakan sekitar 706 juta rupiah. Harga pantas untuk suatu capaian gemilang.

Sementara pelatih Shin Tae Yong hingga saat ini masih berupaya membangkitkan kembali sepakbola tanah air. Kalau soal gaji, tampaknya PSSI pun memberi dalam jumlah memadai. Lantas, bila melawan Uni Arab Emirat Indonesia gagal lagi, bagaimana masa depan shin di Indonesia?

Maka jawabannya ada di PSSI. Membangun sepakbola modern tidak mudah. Shin Tae Yong sejatinya juga bukan pelatih sembarangan, karena pernah memimpin Tim Piala Dunia Korea Selatan. Gonta-ganti pelatih tentu juga tidak bagus. Karena itu, ada baiknya pelatih Shin Tae Yong perlu dibuat makin nyaman di Indonesia agar dapat mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya membangun kesebelasan Indonesia yang kembali disegani pada level Asia seperti era tahun 1970-an.

Kita bermimpi suatu saat pelatih Shin Tae Yong juga akan memperoleh penghargaan dari Presiden atas jasanya membangun sepakbola modern Indonesia seperi yang diperoleh Park Hae Song dari Pemerintah Vietnam, order of the Labour.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00