Larangan Mudik Besok

Sebuah mobil angkutan umum melintasi jalur pegunungan Desa Lhokseudu, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (4/5/2021). Jalur lintas barat dan selatan provinsi Aceh terpantau sepi kendaraan angkutan umum maupun kendaraan pribadi termasuk sepeda motor karena warga telah mudik lebaran lebih awal sebelum perberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kalau bicara mudik yang resmi dilarang besok tanggal 6 Mei, maka dampaknya bukan saja pemudik tetapi juga sektor lain, salah satunya pengemudi angkutan umum.

Walaupun pemerintah memberi perkecualian bagi mereka yang bepergian untuk urusan tugas, ibu hamil, dan melahirkan serta urusan logistik, tapi jumlahnya terbatas, sehingga pastinya pengusaha terdampak dan  para pengemudi angkutan umum serta awaknya lebih terdampak lagi.

Banyak awak bus belum tahu harus mendapatkan rezeki dari mana, padahal sebentar lagi juga hari raya.

Larangan mudik cukup panjang, mulai besok sampai 17 Mei. Dalam kondisi ini pengusaha dan pemerintah harusnya memikirkan juga pengganti pendapatan mereka saat larangan mudik.

Salah satunya diungkapkan oleh Herlambang dari lembaga pengkaji transportasi. Ia mengusulkan agar anggaran mudik lebaran sejumlah kementerian dan lembaga dialihkan untuk bantuan para sopir dan awaknya.

Semua pihak sepakat bahwa mudik lebaran potensi memunculkan klaster baru Covid19. Namun, memikirkan dampak bagi pengemudi dan awaknya juga penting.

Komentar ditulis Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00