Status Bencana Nasional di NTT, Perlukah?

Foto:

KBRN, Jakarta: Kita semua berduka dan prihatin atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari terakhir ini.

Sejak Sabtu, kemudian hari Ahad, bahkan hingga Senin kemarin bencana itu terjadi di beberapa daerah di NTT. Menurut catatan BMKG, angin kencang dan cuaca ekstreem masih akan terjadi Hingga tanggal 9 April mendatang. 

Faktor krusial adalah siklon Tropis Seroja. Siklon adalah badai, dengan kecepatan pusaran angin yang terbentuk hingga 85 km per jam. Siklon tropis seroja ini mengakibatkan hujan, angin kencang dan cuaca ekstreem. 

Paling mengerikan memang banjir Bandang di Flores Timur. Puluhan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi. Musibah itu menerjang Lembata, Sumba, dan juga Kota Kupang. Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang termasuk cukup parah terdampak siklon seroja. 

Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini dan memerintahkan penanganan cepat evaluasi korban. Kita semua berduka, dan sepertinya layak bila musibah di NTT ini ditetapkan sebagai Bencana Nasional. 

Dengan penetapan tersebut diharapkan fokus penyelamatan dapat lebih intens lagi. Kita juga perlu mendorong lembaga-lembaga kemanusiaan Non Pemerintah ikut terlibat dalam penanganan dampak musibah di NTT. Duka kami untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur. 

Semoga Tuhan membantu kita semua meringankan kondisi yang berat ini. Demikian komentar. Selamat pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00