Sedihnya Satu Juta Kasus

Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kasus Covid-19 di tanah air menembus satu juta. Jumlah itu muncul setelah ada penambahan 13.094 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sejak pertama kali diumumkannya kasus perdana pada 2 Maret 2020, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pukul 12.00 WIB, total ada 1.012.350 kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merespons tembusnya satu juta kasus Covid-19 di tanah air. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikun meminta seluruh masyarakat untuk bekerja keras mengurangi laju penularan virus corona di tanah air. Menurut Budi Gunadi, angka akumulasi kasus Covid-19 pada hari ini memiliki dua makna penting.

Pertama, rasa duka yang mendalam dari pemerintah dan dari seluruh rakyat Indonesia atas angka jumlah angka tersebut. Ada banyak saudara kita yang sudah wafat, dan ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang gugur dalam menghadapi pandemi ini.

Kemudian Langkah kedua untuk menekan laju penularan virus menurut Menkes Budi Gunadi yakni dengan bekerja keras melakukan testing, tracing, dan treatment. Menurutnya, hal ini jadi cara paling ampuh mengurangi laju pertambahan kasus.

Pertanyaannya adalah apakah yang menjadi penyebab makin bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia? 

Padahal berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertambahan kasus Covid-19. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, Pembatasan Sosial Berskala Mikro PSBM, bahkan sanksi yang dijatuhkan pemerintah kepada masyarakat yang tidak menjalankan protocol kesehatan, baik sanksi fisik maupun materi. Namun, kenyataannya kasus Covid-19 masih terus saja bertambah.

Di kawasan Tangerang misalnya, masih banyak yang berkerumun, tidak sedikit warung, kafe maupun mini market belum membatasi jam bukanya. Kedisiplinan masyarakat dalam menyikapi kasus Covid-19 di tanah air, ternyata masih dirasakan kurang, dan masih banyak warga yang tidak memakai masker.

Bagaimana mungkin kasus Covid-19 dapat ditekan jika saja masyarakat kurang disiplin. Dan dituntut ketegasan pemerintah agar pengorbanan yang sudah dilakukan tenaga kesehatan itu tidak sia-sia. Semua pihak harus prihatin, karena sudah ada 28.468 orang meninggal dunia karena virus corona dan 163.526 orang yang masih terpapar Covid-19.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro 3 Agus Rusmin Nuryadin

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00