Penolakan Masyarakat Terhadap Kedatangan Habib Rizieq Shihab

antarafoto_demo_tolak_habis_rizieq_shihab_di_sidoarjo_211120_um_2.jpg

KBRN, Jakarta: Kita harus prihatin atas terjadinya bentrok fisik  yang terjadi kemarin di Surabaya antara kelompok yang mengatasnamakan Arek Suroboyo tolak FPI dengan kelompok massa lain yang disebut-sebut berafiliasi ke FPI. 

Secara hukum, belum ada yg dijadikan tersangka dalam kasus bentrok tersebut, namun secara sosiologis ini telah mencoreng semangat persatuan bangsa Indonesia. 

Ketika aparat pertahanan dan keamanan TNI dan POLRI melakukan tugas konstitusionalnya terhadap Front Pembela Islam - antara lain terkait pemeriksaan dan pencopotan spanduk atau baliho FPI, maka sejatinya itu adalah wilayah tugas pengamanan negara. 

Hukum yang akan menjelaskannya nanti. 

Tetapi tatkala elemen sipil terlibat konflik dengan sesama elemen sipil lainnya, maka ini adalah kondisi yang mengkhawatirkan. 

Selain di Surabaya, ada juga aksi penolakan FPI oleh Laskar Front Pembela Pancasila di Medan, Sumatera Utara. 

Aksi tersebut ditandai dengan melakukan aksi pembakaran lambang FPI dan pernyataan orasi dengan menyebut akan ada pertumpahan darah bila Habib Rizieq datang ke Medan. 

Di Pekanbaru Riau juga nyaris terjadi bentrok tatkala beberapa elemen dari NU, HMI, Projo Riau menggelar aksi menolak Islam Radikal. 

Pertentangan antara kelompok sipil dengan sesama kelompok sipil lainnya sangat potensi memunculkan konflik horizontal. 

Sepertinya masih banyak orang di Indonesia tidak memahami sejarah bangsanya. 

Padahal kata Bung Karno, jangan sekali-kali lupa sama sejarah - Jas Merah. 

Salah satu keberhasilan kolonial Belanda menjajah Indonesia sampai 350 tahun adalah kemampuannya memunculkan konflik horizontal sesama penduduk nusantara ketika itu. 

Para ahli menyebut politik devide et Impera. 

Karena itu, para the founding father menempatkan Persatuan Indonesia sebagai salah satu sila dalam Pancasila. 

Perseteruan sesama anak bangsa, dengan dalih apapun akan menciderai Pancasila. 

Negara-negara yang tidak suka dengan Indonesia pasti akan senang bila muncul kerusuhan dan konflik di Indonesia. 

Salah satu alasan anggota Komisi satu DPR TB Hasanudin mendukung penurunan Baliho Rizieq Shihab oleh Prajurit Kodma Jaya adalah untuk menghindarkan konflik horizontal bila dilakukan oleh Satpol PP. 

Biarlah FPI diselesaikan oleh TNI, Polri dan Kemendagri. Kita masih punya musuh yang tidak terlihat dan sangat mematikan: Covid19.

Ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00