DKI Tetap Menerapkan Kebijakan Ganjil Genap Kembali

Foto (Dok. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/wsj)

KBRN, Jakarta: Akhirnya, hari ini kebijakan ganjil-genap diberlalukan kembali dengan penindakan, setelah diujicoba sosialisasi sejak tanggal 3 Agustus pekan lalu.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo menegaskan, bahwa penindakan akan dilakukan bagi pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan ganjil genap.

Ini sebenarnya hanya kebijakan Pemda DKI yang Jakarta oriented saja, tanpa memperhitungkan dampak dari kebijakan tersebut di saat pandemik COVID-19.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mewacanakan ganjil-genap seharian penuh, tidak seperti sekarang yang hanya berlaku pagi dan sore hingga malam.

Alasannya sekali lagi untuk kepentingan Jakarta sendiri, yakni membatasi pergerakan orang di Jakarta. Bagi Pemda DKI, ini memang menguntungkan, sedangkan bagi pemerintah di Jabodetabek harus siap siap menerima risiko.

Para pegawai di Jakarta, banyak yang tinggal di Tanggerang, Tanggerang Selatan, Bekasi, Depok, Bogor dan sekitarnya. Sebelum COVID-19, walau berdesakan dan padat mereka memang memanfaatkan angkutan umum utamanya Kereta Commuter.

Dulu berdesakan tanpa risiko tertular COVID-19, namun di saat pandemik, dengan adanya ganjil-genap ini, maka kereta commuter menjadi semakin padat dan berisiko saling menularkan virus corona.

Harusnya ada ruang lebih leluasa bagi warga pelaju beraktifitas di Ibukota, tanpa larangan ganjil-genap. Sangat riskan dan sangat mengkhawatirkan.

Ketika pemda di kawasan Jabodetabek menyediakan dukungan bus bantuan pun, tetap tidak mampu mengatasi kepadatan commuter line.

Seandianya ke depan sampai terjadi kasus tertular COVID-19 dari para pelaju yang menggunakan comuter line meningkat, maka publik harus menggunakan hak-hak hukumnya akibat kebijakan ini.

Ditulis Widhie Kurniawan, Editor Senior Pro3 RRI

00:00:00 / 00:00:00