Lebanon, Riwayatmu Kini

antarafoto_lebanon_blast_damagedgrainsilo_07082020.jpg

KBRN, Jakarta: Ledakan yang terjadi di gudang penyimpan alat peledak di kawasan tepi laut Kota Beirut Hari Selasa lalu telah mengguncang Lebanon, bahkan hingga ke Siprus. 

Lebih dari 100 orang tewas, bahkan jumlah yang terluka lebih banyak lagi. Innalillahi wa innalillahi rojiun. Dunia Internasional berduka. 

Lebanon adalah sebuah negara kecil multi agama di Timur Tengah. Negara ini sudah terperangkap selama 15 tahun dalam perang yang menghancurkan ekonominya. 

Dalam data Trading Economic misalnya, Lebanon mencatat ekonomi negatif bahkan resesi menahun sejak 2018 hingga 2019. Mata uangnya jatuh dan protes warga seakan tak berkesudahan. 

Lebanon sudah dilanda perang Saudara sejak 1975 dan 1990. Bahkan negeri itu sempat di bawah dominasi Suriah selama beberapa dekade hingga mundur pada 2005. Bahkan konflik yang terjadi di Suriah juga membuat Lebanon banjir pengungsi. 

Tercatat negara berpenduduk 4,5 juta jiwa itu telah menjadi tempat 1,5 juta warga Suriah mengungsi. Untuk melengkapi kisah pedih ini, kondisi krisis / resesi ekonomi yang mengglobal akibat serbuan COVID-19 ini juga melanda Lebanon. 

Sebuah tantangan besar untuk memulihkan kondisi ekonomi Lebanon saat ini, karena negara-negara lain pun tengah dilanda krisis ekonomi. Pemulihan ekonomi Lebanon yang rencananya akan melibatkan IMF tentu masih harus difikirkan dampak yang lebih panjang lagi. Kemampuan negara ini membayar hutangnya dalam jangka panjang kiranya perlu menjadi pertimbangan. Hampir semua negara mengalami krisis dan berusaha keluar dari krisis tersebut. 

Lebanon memiliki lebih dari satu persoalan yang harus diselesaikan. Semoga semuanya bisa dilalui dengan baik.

Ditulis Redaktur VOI, Weni Zulianti

00:00:00 / 00:00:00