Pergantian Sejumlah Pimpinan di Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung RI

KBRN, Jakarta: Dibuat agak terkejut juga kita oleh Jaksa Agung ST Burhanudin dengan mengganti sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. 

Salah satu yang membuat terkejut adalah penggantian Jaksa Agung Muda Intelejen, Jan Maringka. Ia sosok yang masih belum tergolong tua, smart, dan punya karir bagus. 

Sebelum jadi Jamintel, Jan Marinka adalah Kajati di Sulawesi Selatan. Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiono menjelaskan, penggantian tersebut merupakan rotasi biasa dan sudah disiapkan sejak lama dan baru dilakukan akhir Juli lalu. Kepres penggantiannya nomor 134 tahun 2020 tertanggal 30 Juli. 

Pertanyaannya, mengapa penggantian tersebut dilakukan dengan ramai-ramainya kasus Jaksa Pinangki yang sudah dicopot karena bertemu buronan Djoko Tjandra di Malaysia. Selain itu, secara eselonisasi, Jan Marinka juga turun dari eselon 1 A ke eselon 1 B. Semua itu tentu dengan alasan. 

Anggaplah ini benar tidak ada kaitannya dengan Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra, wajar juga publik bertanya-tanya, ada apa di Kejaksaan Agung hingga ramai rotasi dan pencopotan jabatan? 

Tahun 2019 lalu, Jaksa Agung ST Burhanudin yang merupakan adik kandung Mayjen TNI Purnawirawan TB Hasanudin tersebut juga mencopot Jaksa di lingkup Kejaksaan DKI Jakarta. 

Publik mungkin senang punya Jaksa Agung yang tegas dan berani menegakkan hukum di dalam lingkungan Korps Adhyaksa, dan sejatinya apa yang dilakukan perlu dikomunikasikan secara lebih terbuka kepada publik, agar semakin menumbuhkan trust kepercayaan terhadap Korps Adhyaksa tersebut.

Ditulis Editor Senior Pro3 RRI, Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00