Ketua IDI Bali Memperkarakan Jerinx ke Polisi

Jerinx (Instagram)

KBRN, Jakarta: Hari ini, I Gede Ary Astana alias Jerinx, musisi kelompok Musik Superman Is Dead dipanggil lagi ke Polda Bali. 

Ia dilaporkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia Bali, I Gede Putra Suteja, karena pihak IDI merasa terhina oleh ungkapan Jerinx. 

Beberapa kali memang Jerinx sering menyoal COVID-19, dan yang terakhir Jerinx akhirnya diadukan ke Polisi karena menyebut Ikatan Dokter Indonesia sebagai Kacung WHO. Pernyataan Jerinx tersebut sepertinya memang provokatif, sehingga wajar bila para Dokter di Bali menyampaikan keberatannya. 

Sementara pihak pengacara Jerinx sendiri sepertinya siap menghadapi tuntutan tersebut. 

Di dalam proses hukum atas kasus penghinaan semacam ini, biasanya ada tahapan mediasi. Proses saling memaafkan. Persoalannya, apakah kasus I Gede Ary Astana dengan Pimpinan IDI Bali, I Gede Putra Suteja harus selesai di mediasi atau di pengadilan. 

Dalam kasus ini, sejatinya mediasi dapat diabaikan, sebab ini bukan persoalan maaf memaafkan, tapi persoalan nasional COVID-19. 

Jerinx belakangan sering dikonotasikan publik sebagai orang yang tidak yakin 100 persen atas wabah virus corona. Belakangan juga berkembang teori konspirasi dan sebagainya. 

Sedangkan IDI dan para dokter adalah pihak yang langsung menghadapi pandemik ini, karena itu, tahapan pengadilan sangat penting demi tegaknya suatu kebenaran. 

Kasus COVID-19 ini sangat krusial bagi bangsa ini, dan harus tegas, transparan, serta terbuka untuk menunjukkan bahwa COVID-19 ini pandemik dan bukan konspirasi. Tentu semuanya harus berdasar pijakan ilmiah.

Ditulis Editor Senior Pro3 RRI, Widhie Kurniawan. 

00:00:00 / 00:00:00