Perlunya Otopsi Jenazah Pasien COVID-19 di Indonesia

Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif COVID-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Ungkapan musisi Superman is Dead, Jerinx, soal virus corona akhirnya menyeret pada laporan Ikatan Dokter Indonesia Bali ke Polda Bali. 

Kalimat-kalimat Jerinx seringkali memang provokatif, seperti soal konspirasi virus corona dan juga soal istilah kacung WHO. Semua ini sebenarnya berdasar pada ketidakyakinan Jerinx atas COVID-19 yang menjadi pandemi di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Biarlah polisi menyelesaikan pengaduan IDI terkait pencemaran nama baik. Namun demikian tetap ada yang menarik terkait hal itu, yakni soal jawaban ilmiah di bidang kedokteran. 

Salah satu jawaban ilmiah itu harusnya perlu juga dipublikasikan secara luas bahwa dampak serangan COVID-19 itu nyata dan berbahaya. Upaya ini dapat dilakukan dengan otopsi tubuh jenazah COVID-19 lalu dipublikasikan kepada khalayak luas. 

Sayangnya, sampai sekarang publik belum pernah mendengar dan menyimak, hasil otopsi jenazah pasien COVID-19. Ini juga harusnya dipertanyakan kepada Ikatan Dokter Indonesia. Referensi soal hasil otopsi seringkali hanya dari luar negeri, itupun terbatas, seperti otopsi terhadap jenazah covid di Amerika Serikat yakni seorang wanita berusia 57 tahun asal San Jose, California Patricia Dowd, yang diyakini menjadi pasien pertama Corona di Amerika Serikat (AS). 

Satu tulisan di Harian Kompas oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Profesor Djoko Santoso, setidaknya juga menunjukkan bahwa di Indonesia belum pernah ada otopsi jenazah COVID-19. 

Urusan Jerinx sekali lagi, biarlah diselesaikan oleh IDI dan Polisi, namun bagi IDI harusnya penting juga melakukan otopsi bagi jenazah Covid agar dapat membuktikan bahwa serangan Virus Corona ini memang sangat merusak tubuh pasien. 

Kita tunggu langkah Para Dokter Otopsi di Indonesia.

Ditulis Editor Senior Pro3RRI, Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00