Esok Sholat Iedul Adha 1441 Hijriah

antarafoto_presiden_meninjau_renovasi_istiqlal_020620_ak_6.jpg

KBRN, Jakarta: Labbaik Allahumma labbaik, Labbaik la syarikalaka labaik. Innal hamda, wan ni'mata, laka wal mulk, laa syarika laka labaik. 

Kalimat tersebut tidak banyak terdengar hari-hari belakangan ini, jelang pelaksanaan wukuf di Arafah sore nanti waktu Indonesia Barat atau tengah hari lewat sedikit waktu Saudi Arabia. 

Pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 Hijriah tetap dilaksanakan dalam jumlah jemaah sedikit, dan diselenggarakan melalui protokol kesehatan sangat ketat. Itupun bagi warga yang tinggal di seputar Makkah al Mukaramah, termasuk warga asing yang menetap di sana. 

Labaik Allahumma labaik. Labaik la syarika laka labaik....

Kalimat tersebut memang menjadi kurang bergema, sebagai dampak persebaran virus corona. 

Suasana ibadah haji memang sepi sekali tahun ini. Di Jakarta, masjid negara yakni Masjid Istiqlal pun mengalami hal serupa. 

Menteri Agama Fachrul Razi mengabarkan bahwa kali ini, Masjid Istiqlal tidak mengadakan sholat Iedul Adha. Artinya, sudah dua kali sholat Ied, tidak diselenggarakan di Masjid Istiqlal, padahal masjid tersebut sudah tampil cantik setelah direnovasi. 

Dampak serangan wabah virus corona memang sangat terasa. Di Surabaya, Masjid Agung Al Akbar tetap menyelenggarakan Sholat Iedul Adha, akan tetapi harus melakukan registrasi online dan menggunakan kartu identitas. Sementara di Bandung, lapangan Gasibu yang biasanya pada hari raya digunakan untuk sholat Ied, pada esok hari juga tidak melaksanakan sholat Iedul Adha. 

Semua ini tentu terkait dengan COVID-19. Sulit memang memastikan suatu wilayah aman dari covid, termasuk di dalam masjid. Apalagi masjid saat berkumpul orang banyak, memiliki keterbatasan ventilasi. 

Seandainya dilaksanakan di tempat terbuka, ventilasinya luas, akan tetapi protokol kesehatannya sukar dijaga.

Lantas bagaimana umat harus menyikapi? Secara hukum syariah, Sholat Iedul Adha adalah sunnah muakad, yakni walau statusnya sunnah, akan tetapi diutamakan. 

Terkait kondisi wabah saat ini, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Asrorun Ni'am Sholeh menyampaikan, bahwa orang tua dan lanjut usia serta memiliki penyakit bawaan, disarankan tidak sholat Iedul Adha di masjid atau lapangan. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang tinggal di zona merah. 

Maknanya, protokol kesehatan lebih diutamakan dalam kondisi demikian. Bisa jadi kondisi fisik kita sehat, akan tetapi statusnya mungkin saja OTG (orang tanpa gejala). Kita punya potensi menularkan virus corona kepada orang lain. 

Dalam kondisi ini, sikap umat Islam harus bijak menyimak kondisi yang ada. Semoga Allah SWT memaklumi apa yang kita lakukan, demi kemaslahatan orang banyak.

Ditulis Redaktur senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00