Ketika Adzan bergema di Hagia Sophia 

Suasana sholat Jumat perdana Mesjid Hagia Sophia. (Tangkap layar Youtube)

KBRN, Jakarta: Kalau ada sholat Jumat yang paling dinanti oleh umat muslim sedunia, ditunggu live streamingnya di berbagai negara, mungkin adalah untuk menyaksikan sholat Jumat pertama di Hagia Sophia, Turki, yang sudah berlangsung kemarin. 

Mengenakan peci putih, Erdogan,  Presiden Turki memimpin langsung sholat Jumat tersebut, dengan membacakan Surat Al Fatihah dan surah Al Baqarah. Dunia Islam pun seperti hanyut dalam lautan kerinduan, Hagia Sophia dikembalikan menjadi masjid. 

Namun, ketika Hagia Sophia resmi dijadikan masjid, bukan tanpa kontroversi dan kecaman dunia. Tempat bersejarah itu, mulai digunakan untuk salat Jumat (24/7/2020) secara perdana dalam 86 tahun terakhir,  sejak dialihfungsikan dari museum.

Hagia Sophia adalah salah satu tujuan wisata utama di Turki untuk pengunjung domestik dan asing. Pada 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Dunia menentang langkah Erdogan. Kritik bermunculan dari petinggi negara dan pemimpin agama dunia. Paus Fransiskus mengaku sangat sedih dan kecewa atas perubahan status. Dewan Gereja Dunia meminta pengembalian status museum. Yunani menilai keputusan Turki akan berimbas dalam hubungan dengan Uni Eropa. Amerika Serikat juga menyayangkan dan meminta agar Hagia Sophia tetap dapat diakses semua kalangan. 

Selama 17 tahun masa kepemimpinannya di Turki, Erdogan telah memperjuangkan pengembalian status Hagia Sophia menjadi masjid.

Perubahan status inilah yang  telah memicu kritik tajam dari para pemimpin gereja, yang mengatakan konversi ke masjid berisiko memperdalam perpecahan agama.

Namun Keputusan Erdogan mengembalikan status Hagia Sophia menjadi masjid tak hanya disesalkan negara Barat, namun memantik kemarahan Yunani. Pemimpin Kristen Ortodoks Yunani menyebutkan bahwa Hagia Sophia saat ini ada di hati kami melebihi apa pun. Ada dalam detak jantung kami.  

Tentu langkah Erdogan berikutnya adalah menyatukan persepsi dan hati para pemimpin dunia bahwa Hagia Sophia adalah milik warga dunia. Ketika Hagia Sophia dijadikan masjid bukan berarti tertutup untuk umat beragama lainnya. 

Butuh waktu untuk meyakinkan dan membuktikan semua. InsyaAllah.

Ditulis Oleh : Weni Zulianti (Redaktur VOI) 

00:00:00 / 00:00:00