Calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka

antarafoto_gibran_direkomendasi_pdi_p_maju_pilkada_solo_170720_yud_3.jpg

Ditulis Redaktur Senior Widhie Kurniawan.

Pemilihan Walikota Solo sudah selesai, walau sesungguhnya pelaksanaan Pilkada Kota Solo baru akan dilakukan bulan Desember mendatang. Begitu PDI Perjuangan mengumumkan nama Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo, maka sejak itulah dipastikan 99 persen menjadi Walikota Solo bersama wakilnya Teguh Prakosa. 

Hal ini terjadi karena posisi PDI Perjuangan adalah mayoritas mutlak di Solo dengan gambaran jumlah anggota DPRD-nya mencapai 30 orang atau sekitar 67 persen. Bila semua anggota partai lain beroposisi, PKS, Golkar, Gerindra, PAN bergabung, maka tetap tidak bisa mengimbangi PDI Perjuangan. 

Dan faktanya partai-partai tersebut sudah sadar diri dengan memberi dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka. Satu satunya partai yang masih berbeda hanya PKS, tapi kursinya hanya 5. Masih perlu 4 kursi lagi, dan itupun sulit.

Seandainya calon yang tidak jadi diusung PDI Perjuangan, Achmad Purnomo maju jadi calon independen, maka akan percuma saja. Sampai hari ini, politik di Solo identik dengan PDI Perjuangan. 

Artinya, warga Solo sudah harus siap-siap dipimpin anak muda umur 33 tahun. Ini pasti membawa gaya kepemimpinan berbeda. 

Selama bertahun-tahun sebelumnya, Solo selalu dipimpin orang dewasa yang berkarakter budaya Solo. Sedangkan Gibran, selain umurnya dibawah rata-rata Walikota Solo selama ini, ia hidup di Singapura dan Australia selama 8 tahun sejak sekolah SMP. 

Mungkin saja, orang berpikiran bahwa kepemimpinan Gibran nantinya akan merubah banyak wajah Solo. Bisa jadi iya. 

Pasti gagasannya membuat Solo lebih energik dan dinamis akan diimplementasikan. Dan ini tidak mudah. Perlu memberi pemahaman kepada generasi yang lebih senior soal ini. 

Jadi kalau dihitung-hitung politik, tidak ada halangan bagi Gibran untuk masuk Balaikota dan tinggal di Loji Gandrung. Tantangannya justru akan terjadi saat ini, mulai mengeksekusi gagasannya saat jadi Walikota Solo nanti. Tetap bijak, namun juga harus tetap energik dan dinamis.

00:00:00 / 00:00:00