Real Madrid Juara Liga Spanyol 2019/2020

(Reuters)
(Reuters)

KBRN, Jakarta: Real Madrid menjadi juara Liga Spanyol 2019-2020 setelah menang atas Villarreal pada Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Taktik Zidane menggunakan formasi 4-3-3 untuk Madrid menghadapi Villarreal asuhan Chaleja Javier yang menggunakan formasi 5-4-1 berujung pada kemenangan 2 1 untuk Madrid. 

Dua gol Real Madrid di Stadion Alfredo Di Stefano, Valdebebas, itu datang pada masing-masing babak lewat striker yang tengah merah panas, Karim Benzema (29' dan penalti menit ke-77). Villarreal membalas sekali lewat Vicente Iborra (83'). Kemenangan Real Madrid terasa lengkap setelah pada waktu bersamaan, Barcelona menelan kekalahan 1-2 kontra tim papan tengah, Osasuna.

Begitulah drama dunia bola bundar selalu  menyimpan cerita perjalanan dibalik hasil akhir pertandingan.

Ada kisah pedih Barcelona yang gagal mempertahankan gelar juara Liga  Spanyol. Hal itu dipastikan setelah Lionel Messi dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Osasuna dengan skor 1-2. Kekalahan itu membuat gelar juara lepas ke tangan Real Madrid.

Yang menarik dibalik upaya kejar mengejar poin selama musim lalu antara Barcelona dan Madrid adalah curhat kapten kesebelasan Barcelona Lionel Messi yang menyampaikan bahwa timnya memang bermain buruk pada musim ini. Barcelona saat ini tertinggal tujuh poin dari Real Madrid yang ada di puncak klasemen Liga Spanyol 2019-2020.

Dengan satu pertandingan tersisa, Blaugrana tidak mungkin lagi mengejar poin Los Blancos.  Materi pemain yang sangat bagus di kubu Barcelona seperti Messi, Luis Suarez, Frankie De Jong dan Antonie Griezmann belum bisa jadi satu-satunya faktor penentu kesuksesan di La Liga.

Ada persoalan semangat tim yang tentu berpengaruh. Untuk itu Zinedane Zidane disebut mempunyai tangan sakti untuk membentuk  semangat timnya. Lalu perbedaan yang mencolok antara Real Madrid dengan Barcelona adalah kedalaman skuat yang mereka miliki.

Saat beberapa pemain lapis kedua Barca seperti Andre Gomes, Denis Suarez dan Lucas Digne kesulitan, Zidane Zidane bisa menurunkan dua tim yang sama sekali berbeda tanpa mengalami penurunan kualitas.

Poin berikutnya yang bisa menjadi catatan adalah konsekuensi signifikan dari semangat tim yang sangat bagus, kemampuan Madrid untuk menyelamatkan pertandingan dengan gol telak. Tidak peduli seberapa buruk permainan mereka, Los Blancos memiliki keyakinan yang kuat kalau mereka terus berusaha, maka pada akhirnya bisa mencetak gol.

Dan faktor penentu lainnya adalah keberuntungan. Terkadang faktor terakhir ini adalah justru yang paling menentukan. Sehingga ke mana si kulit bundar bergerak dan berpihak kadang sama sekali sulit ditebak.

Ditulis Weny Zulianti, Redaktur VOI

00:00:00 / 00:00:00