Siapa Dibalik Sepak Terjang Buronan Djoko Tjandra?

Djoko Tjandra (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Langkah Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz memberhentikan Brigjen Polisi Prasetijo Utomo dari Jabatannya tentu layak diapresiasi. 

Brigjen Polisi Prasetijo Utomo disebut-sebut menandatangani Surat Jalan bagi buronan kelas kakap Djoko Tjandra. Ia adalah buronan kasus pengalihan hak tagih bank Bali. 

Atas tandatangan Brigjen Prasetijo Utomo, maka Djoko Tjandra dapat bepergian ke Kalimantan Barat selama beberapa hari. 

Namun ada yang perlu ditelusuri lagi, yakni bahwa sejatinya Djoko Tjandra itu seorang Buronan dan masuk dalam DPO Interpol. Selain itu, Djoko Tjandra juga adalah warga negara Papua New Guinea. 

Ternyata ada keanehan lain, yakni nama Djoko Tjandra telah dihapus dalam daftar pencarian Interpol. 

Seorang Brigadir Jenderal Polisi lainnya juga disebut-sebut terkait hal ini. Hebat juga Djoko Tjandra. Belum lagi urusan KTP-nya. 

Seorang Warga Negara Papua New Guinea bisa punya KTP DKI Jakarta. Bisa lolos Imigrasi juga, karena sempat disebut oleh Jaksa Agung Burhanudin, bahwa Djoko Tjandra pernah ada di Indonesia selama 3 bulan. 

Rasanya tidak mungkin Djoko Tjandra sendirian mengurus KTP, mengurus surat jalan, dan mengurus hal-hal lain di Indonesia tanpa bantuan seseorang. 

Bisa jadi Brigjen Polisi Prasetijo, Brigjen polisi lainnya, juga petugas pengurus KTP, dan lainnya adalah korban dari seseorang yang memfasilitasi Djoko Tjandra. 

Ini kasusnya menjadi panjang, karena ada juga nama Anna Boentaran. Publik dan media massa tidak boleh lengah untuk terus menyoroti kasus ini, karena merupakan pertaruhan penegakan hukum di Indonesia. 

Tapi jangan lupa juga, bahwa sasaran utama tetap buronan Djoko Tjandra.

Ditulis Redaktur Senior Widhi Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00