Dilarang Susi, Edhy Prabowo "Ekspor" Benih Lobster

img_20200707_064954.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Harusnya kita bangsa Indonesia malu sama Vietnam. Selain ikan Patin Dori, Vietnam juga dikenal sebagai negara pengekspor Lobster terbesar di dunia. Namun uniknya, benih lobster itu berasal dari Indonesia. Ibaratnya, kita yang punya barang, tapi Vietnam yang punya nama. Mengapa demikian ? Karena banyak orang pingin cepat dapat uang dengan menjual benih lobster daripada memelihara, membesarkan, baru menjualnya. 

Harga benih lobster per ekor memang menggiurkan, konon sekitar 10 ribu rupiah per ekor bahkan ukuran tertentu sampai 100 ribu rupiah per ekor. Harga lobster dewasa lebih mahal. Sayangnya, banyak pelaku lebih senang jual bibit karena lebih cepat dapat duit.

Adalah menteri kelautan Susi Pudjiastuti ketika itu mengeluarkan Permen No. 56 tahun 2016 soal larangan ekspor benih losbter di bawah berat 200 gram per ekor.  Akan tetapi, kebijakan Susi Pudjiastuti kandas bulan lalu. 

Ganti Menteri ganti kebijakan. Itulah yg dilalukan Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini, Edhy Prabowo dengan mengeluarkan Permen 12 tahun 2020. Permen itu mengatur soal budidaya lobster, kendati ternyata ada ruang bagi ekspor bibit lobster. 

Permen tersebut sudah berlaku dan kini masyarakat dapat bersiap melakukan ekspor benih lobster. Sayang juga sebenarnya kebijakan ini, sebab justru mendukung industri perikanan di negara lain, utamanya Vietnam dan kurang mendorong  industri di tanah air.

Soal ekspor benih lobster ini nasibnya serupa dengab industri pertambangan. Banyak pengusaha tambang lebih senang menjual hasil tambang mentah untuk segera dapat duit, daripada membuat smelter dan mengolahnya. Harusnya kementerian kelautan dan perikanan memfasilitasi budidaya pembesaran bibit lobster di tanah air, baru setelah itu menjualnya.   

Sejatinya, Indonesia yang punya barang, maka Indonesia jugalah yang punya nama. Tapi sayang, itu hanya permainan kalimat saja, nyatanya benih loobster sudah kembali dijual. Prihatin. Konon kabarnya, yang lebih banyak untung tetap bukan nelayan, melainkan eksportirnya. Dan konon lagi, eksportir yang dapat izin ada yang tokoh dari Partai Politik. (Foto: Antara)

00:00:00 / 00:00:00