Rencana Produksi Massal Eucalyptus oleh Kementerian Pertanian

1682988654.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Kementerian Pertanian rupanya ingin dianggap berperan aktif dalam masa pandemic virus corona saat ini, seperti kementerian lain yang terlibat langsung dalam penanganan COVID-19. Kendati tugas dan fungsi utamanya adalah soal ketahanan pangan, Kementerian Pertanian tidak ragu menyampaikan rencananya melakukan produksi massal suatu benda dengan materi utama minyak atsiri dari tumbuhan eucalyptus. Tumbuhan ini sejatinya bagian satu keluarga dari eucalyptus cajuputi yang selama ini dikenal sebagai minyak kayu putih. 

Adalah Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Jusfry yang mengungkapkan hal tersebut baru-baru ini. Hal senada sebenarnya sudah pernah diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo belum lama ini. 

Eucalyptus cajuputi oil memang sempat terkenal saat beredar kisah mantan rektor Unversitas Hasanudin Makassar Prof Idrus Patturusi diwawancara Ustad Das-ad Latif, sembuh dari virus corona karena sering menghirup minyak kayu putih. Bila kementerian pertanian sudah yakin dan sudah lulus uji, maka ini tentu kabar menggembirakan dalam penanganan COVID-19. 

Selama ini obat-obatan yang digunakan selalu buatan pabrik. Padahal obat buatan pabrik sampai sekarang belum ada satupun yang direkomendasikan resmi. Karena itu, dengan rencana produksi massal minyak eucalyptus tersebut, akan memberi harapan penanganan COVID-19 melalui herbal dari Indonesia. 

Hanya saja, ada baiknya, informasi mengenai kemanfaatan eucalyptus oil ini benar-benar sudah diverifikasi dan penjelasannya hanya melalui satu pintu di Gugus Tugas Percepatan Penangnan COVID-19. 

Khawatirnya, bila penjelasan atas inisiatif sendiri akan membuat masyarakat bingung. Toh juga, Kementan sama-sama instansi pemerintah. Sama-sama punya tekad melawan COVID-19. Semoga ini merupakan kabar yang memang benar menggembirakan bagi pasien COVID-19. (Foto Daun eucalyptus/Mountain  Meadow Herbs)

00:00:00 / 00:00:00