Penundaan Pencaplokan Tepi Barat

antarafoto_israel_palestina_annexation_protest_26062020.jpg

KBRN, Jakarta: Akhirnya, Israel menunda pencaplokan Tepi Barat dalam beberapa pekan ke depan. Alasannya karena Washington, pendukung utama Rencana Aneksasi Israel itu belum memberikan lampu hijau. 

Sebelumnya para pemimpin eksekutif dan parlemen Israel sepakat pada Mei lalu untuk memperluas wilayah Israel hingga ke pemukiman Yahudi dan Lembah Yordan di Tepi Barat berkoordinasi dengan Washington. Fakta belum ada keputusan yang tegas menandakan bahwa Gedung Putih memutuskan untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap masalah ini. Para pejabat AS mengatakan bahwa pembicaraan dengan Israel akan berlanjut, tetapi itu akan membutuhkan lebih banyak waktu.

Presiden Trump sendiri bertemu dengan tim seniornya pada Rabu untuk membahas apakah akan memberi Israel lampu hijau pada aneksasi.

Ternyata tak gampang utk mengeksesusi rencana aneksasi yang telah direncanakan Israel Dan Amerika. Penolakan dan kecaman dunia Internasional terhadap rencana ini ternyata cukup membuat gentar juga. Belum lagi perpecahan dukungan maupun penolakan langkah aneksasi ini dalam kabinet Trump tentu membuat Trump berhitung ulang mengatur langkahnya ke depan.

Sementara di tubuh Palestina, Hamas dan Fatah dua faksi Palestina menyatakan akan bersatu melawan rencana aneksasi oleh Amerika dan Israel ini. Belum lagi dukungan Parlemen dan dunia Internasional untuk Palestina. Ratusan anggota parlemen dari seluruh dunia mengeluarkan Pernyataan Bersama yang menolak rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Tepi Barat Palestina.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan sekira 215 anggota parlemen dari 34 negara menandatangani pernyataan bersama untuk menolak aneksasi Israel di wilayah Palestina. Belum lagi dukungan dari berbagai negara. 

Yang menarik untuk dicermati adalah kemungkinan titik balik rencana aneksasi Israel terhadap Palestina. Bisa jadi , jika momentumnya tepat dan dimanfaatkan dengan baik, aneksasi akan berubah menjadi momentum negosiasi yang sempurna untuk menyelesaikan sengketa Israel- Palestina selama ini. Semoga.

Ditulis Weny Zulianti, VOI

00:00:00 / 00:00:00