Dugaan Pidana John Kei dan Komentar Kapolri

jonh_kei_antarafoto_sigid_kurniawan.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Nama John Kei ternyata memamg besar. Ini antara lain ditunjukkan dengan sorotan media massa atas kasus tindak pidana yang dituduhkan kepadanya. Ia dan kelompoknya dituding melakukan aksi kekerasan di kawasan Jakarta Barat dan Tanggerang belum lama ini. Kehebatan nama John Kei juga ditunjukkan dengan komentar Kapolri, Jenderal Polisi Idham Aziz. Kata Kapolri, negara tidak boleh kalah dengan preman. Polda Metro Jaya sendiri, juga melakukan keterangan pers khusus atas kasus John Kei. 

Dari indikasi ini menunjukkan dua hal, pertama adalah soal John Kei itu sendiri, dan kedua adalah aksi preman. Indikasi pertama mencatatkan nama yang memang tidak boleh dianggap kecil. Khalayak luas tahu bagaimana kiprahnya selama ini dan posisinya dengan status bebas bersyarat. Artinya, ia masih dalam posisi pembimbingan kemasyarakatan karena kasus pidananya.

Kedua adalah soal aksi preman. Agak ngeri juga mendengar barang bukti yang digunakan saat melalukan aksi ahad lalu. Ada tombak, ada panah, ada senjata tajam, bahkan ada korban tewas akibat serangan tersebut. Ini preman kelas atas, bukan preman kampung biasa. Karena itu, wajar bila Kapolri sampai berkomentar soal John Kei.

Secara jumlah materi, bisa jadi nilai kasus tersebut tidak sebesar angka korupsi, tetapi tindak pidana yang disangkakan sangat mengerikan.

Maka, ketika kasus John Kei diindikasikan Kapolri sebagai aksi preman, selanjutnya bukan saja John Kei dan kelompoknya, tetapi juga kelompok-kelompok preman lain, mulai dari preman penguasa lahan parkir, jasa pengamanan aset pribadi, termasuk kelompok preman yang kerap minta sumbangan dengan berbagai dalih, perlu ditangani secara tuntas. Zaman Jenderal LB Moerdani dulu, preman tidak ada yg bisa  berkutik. Sebab bila macam-macam, langsung ditangani oleh Tim Petrus.

00:00:00 / 00:00:00