Potensi Komunisme di Indonesia Perlu Diwaspadai

aksi_tolak_pki_nvhi5y_prv.jpg

KBRN, Jakarta: Kebijakan Pemerintah menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) diapresiasi banyak pihak. Wakil Presiden Kyai Haji Ma'ruf Amin bersama Menko Polhukam Machfud MD dan pimpinan Nahdlatul Ulama, PP Muhamadiyah, serta perwakilan MUI menyampaikan sikap pemerintah menunda pembahasan RUU Haluan Idelogi Pancasila, HIP. 

Menko Polhukam Machfud MD memang menyebut bahwa ini bukan pembatalan tapi penundaan. Artinya suatu saat akan dapat diajukan lagi pembahasannya bersama DPR. 

Kendati sifatnya hanya penundaan, sekali lagi, ini perlu diapresiasi. Machfud MD menjelaskan salah satu butir yg perlu dicantumkan adalah memasukkan kembali Tap No. XXV/MPRS/1966 tentang larangan PKI dan penyebaran ideologi Komunis, Marxis, dan Leninisme. Ini semua sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Tap XXV/MPRS/1966 masih berlaku. 

RUU HIP atau Haluan Ideologi Pancasila memang krusial. Utamanya untuk memberi haluan bagi implementasi ideologi bangsa Indonesia, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada referensi acuannya, dicantumkan beberapa Tap MPR terkait Pancasila. Namun sepertinya ada yang terlupa atau memang dilupakan soal Tap XXV/MPRS/1966.

Bagi bangsa Indonesia, persoalan komunis adalah penting dan fundamental. Komunisme ini sejatinya tidak semata dikaitkan dengan peristiwa G30/S/PKI, tetapi harus secara komprehensif memandang penanaman ideologi komunis di negeri ini. Banyak tokoh, ulama, kalangan nahdhiyin, pendeta, dan kalangan lain merekam catatan sejarah kelam komunis di Indonesia. 

Sikap pemerintah memang bijak, tidak membahas RUU HIP dahulu karena negara sedang bekerja berat melawan COVID-19 dan dampaknya. Jangan sampai pandangan terbelah karena persoalan RUU HIP. Pekerjaan rumah kita yang sangat luar biasa berat adalah persoalan COVID-19, dan cukuplah selesai membicarakan Komunis di Indonesia. Sudah Tamat.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00