Klaim Universitas Airlangga Soal Obat Virus Corona

antara_foto_makna_zaezar_ilustrsi.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Semangat Universitas Airlangga untuk melakukan ujicoba dan pencarian obat untuk melawan serangan virus corona harus diapresiasi. Mereka melakukan upaya yang tidak sedikit untuk itu, termasuk rilis atas sejumlah temuan kombinasi obat yang telah mendapat persetujuan etis. Pada pekan lalu, hasil sementara temuan sudah dirilis kepada publik oleh rektor Universitas Airlangga Surabaya, Muhamad Nasih. 

Tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya mengklaim telah menemukan kombinasi obat untuk penanganan pasien Covid-19. Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin, kata Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih di Surabaya pekan lalu.

Publik memang berharap banyak pada temuan obat anti virus corona. Sebab, seandainya hanya mengandalkan pada perilaku masyarakat seperti sekarang saat era transisi, sangat mengkhawatirkan. Masyarakat Indonesia tidak pada posisi sebagai orang yang patuh pada era transisi menuju tatanan kehidupan baru. 

Padahal, saat awal-awal serangan virus corona, masyarakat negeri ini patuh. Jangankan disuruh pakai masker gratis seperti sekarang, pada awal virus corona mereka justru rela mengeluarkan uang untuk membeli masker yang harganya mahal. 

Karena itu, upaya menemukan obat virus corona menjadi sangat penting, termasuk yang dilalukan oleh peneliti dari Universitas Airlangga. Kendati demikian, penting juga dicatat berbagai masukan soal upaya ujicoba tersebut.

Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Nafrialdi, Ph.D, menyebut ada publikasi di jurnal ilmiah terlebih dulu agar diperiksa metodenya, hasil penelitiannya, dan penarikan kesimpulannya. Baru publikasi umum. 

Pihak BNPB yang disebut masuk bagian tim peneliti juga belum berani mengklaim hasil penelitian tersebut. Kita tetap memberi apresiasi, kendati bila memang masih tahap awal sekali, ada baiknya tidak disampaikan dulu kepada publik, sebab sebagai perguruan tinggi yang kredibel, apa yang disampaikan akan berpengaruh di masyarakat. 

Khawatirnya, bila sudah dipublikasikan dan viral, lalu tidak mendapat dukungan ilmiah secara nasional dan bahkan internasional,  maka kredibilitas menjadi taruhannya.

00:00:00 / 00:00:00