Perlunya Kehati-hatian Memasuki Tatanan Kehidupan Baru

antarafoto_rapid_test_acak_di_mall_yogyakarta_100620_afa_1.jpg

KBRN, Jakarta: Rekor angka kesakitan baru atau penambahan jumlah pasien positif corona selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu yang melonjak tinggi, tidak boleh dianggap sederhana. Ini dua kali jumlah positif corona di Tanah Air mencapai rekor, yakni Selasa mencapai 1.043, dan Rabu kemarin tembus 1.241 pasien baru.

Memang angka kesembuhan naik, namun jumlah terpapar dan dirawat masih mengkhawatirkan. Artinya, pernyataan Presiden Joko Widodo soal imbauan agar pemerintah daerah berhati-hati mengakhiri PSBB COVID-19 adalah benar. 

Hal itu diungkapkan Presiden saat mengunjungi gedung BNPB kemarin. Bahkan, dengan penjelasan juru bicara pemerintah untuk Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Ahmad Yurianto, bahwa data tersebut bertambah akibat optimalisasi proses tracing, tetap saja publik menilai lonjakan ini mengkhawatirkan.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, di Jakarta, ada 239 kasus baru. Ini rekor tertinggi di Jakarta, pada saat orang Jakarta justru sedang euphoria beraktivitas kembali. Pak Anis, hati-hati dengan Jakarta. Bisa muncul gelombang kedua, karena banyak yang sudah longgar di Jakarta.

Presiden Joko Widodo pun sudah mengingatkan akan potensi gelombang kedua. Bahkan kata Presiden, bila meningkat terus, dapat ditutup kembali. Pada kenyataannya memang masyarakat di Jakarta terutama, sebagai pusat aktivitas, memaknai new normal dengan kesan normal kembali seperti sebelum pandemi virus corona. Di tempat ibadah orang sudah salam-salaman kembali, di pasar sudah berdesakan kembali, sebagian kedai dan warung makan sudah mulai boleh kembali makan di tempat, suasana kantor juga sudah semarak, bahkan sebagian terlihat tidak berjarak dan tanpa masker.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00