Semangat Pancasila Dalam Penanganan COVID-19

monumen_pancasila_istimewa.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Ada yang luar biasa di Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain dalam penanganan COVID-19 saat ini. Berbeda dengan sejumlah negara lain yang lebih menitikberatkan penanganan pada peran Pemerintah, maka di tanah air, peran serta warga negara cukup signifikan. Ini semua tidak terlepas dari DNA asli orang Indonesia yang ada sejak zaman leluhur, yakni semangat berbagai, semangat membantu orang lain, yang pada pokoknya semangat bergotong rorong.

Pada tahun 1945, di bulan Juni, pendiri bangsa Insinyur Soekarno menyampaikan gagasannya tentang ideologi negara. Indonesia tidak mendasarkan pada kapitalisme, komunisme, agama, dan juga Athesime, tetapi landasannya adalah Gotong Royong.

Semangat itu bila dikembangkan menjadi Sosio Nasionalisme, 

Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan yang berkebudayaan.

Tatkala diperluas lagi, maka munculah Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kemanusiaan Yang adil dan beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam  permusyawaratan perwakilan, dan

Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Saripatinya adalah Gotong Royong.

Maka, tatkala kita menyaksikan banyak warga bangsa saling membantu, saling berbahu, menjadi relawan, mendermakan hartanya, meluangkan waktunya, dan bahkan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan warga bangsa lain yang sedang kesusahan, itu sejatinya adalah semangat Pancasila. Bangsa Indonesia, tanpa disuruh dan dipaksa sudah secara  nuraninya tergerak saling membantu sesama. Karena itu, tatkala hari ini tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila di tengah Pandemic COVID-19, maka sesungguhnya kita sedang menyaksikan DNA asli orang Indonesia bekerja di sana. Kita Indonesia, kita Pancasila.

(Foto: Monumen Pancasila/ Istimewa)

00:00:00 / 00:00:00