Tempat Ibadah Masih Tertutup di Era Pandemic Corona

antarafoto_penutupan_destinasi_wisata_religi_lombok_260520_as.jpg

KBRN, Jakarta : Ada kabar gembira dari Kementerian Agama, karena kabarnya Menteri Agama Fahcrul Razi bersama jajarannya sudah merampungkan protokol ibadah di tempat ibadah pada era new normal.

Ini jelas kabar menggembirakan. Sebab, sebagai bangsa yang mayoritas religius, ada rasa rindu untuk dapat beribadah secara berjamaah bersama di berbagai tempat Ibadah.

Artinya, suara adzan dan khotbah di masjid akan ada lagi, pura, kuil kelenteng akan didatangi umatnya, dan kemudian lonceng gereja pun kembali berdentang dan jemaat pun ramai hadir kembali mendengarkan ceramah dan khotbah pemuka agama. Ini kerinduan banyak orang, termasuk pula Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Kyai Haji Maruf Amin.

Karena itu, tatkala protokol kesehatan dan panduan beribadah harus dijalankan secara disiplin, bagi Kementerian Agama, protokol itu juga perlu rigid.

Di Jerman misalnya, ada aturan bahwa Jemaat Gereja tidak diperkenankan bernyanyi saat beribadah di tempat ibadah. Aturan ini bisa jadi merupakan protokol new normal di Jerman. Di Indonesia tentu ada protokol sendiri.

Namun yang paling penting adalah pemahaman dan kepercayaan bahwa protokol kesehatan saat beribadah yang akan diterbitkan Kementerian Agama adalah sungguh-sungguh untuk kemaslahatan umat beragama.

Lantas pertanyaannya, kapan tempat ibadah perlu dibuka, maka hal ini kita serahkan kepada Kementerian Agama. Namun eloknya, tempat ibadah sudah lebih dahulu dibuka, sebelum mall dibuka, agar tidak menimbulkan bias pemahaman di tengah masyarakat. Kita tunggu waktunya untuk dapat segera beribadah beramai-ramai di tempat Ibadah.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00