Jadwal Masuk Sekolah Siswa Pasca PSBB 

antarafoto_belajar_rumah_televisi_140420_af_3.jpg

KBRN, Jakarta: Kabar baik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan soal jadwal masuk kembali ke sekolah bagi siswa, adalah belum adanya jadwal pasti kapan masuk sekolah. Belum adanya jadwal ini setidaknya meyakinkan bahwa siswa masuk sekolah belum akan segera masuk.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut soal jadwal adalah wewenang provinsi dan dikaitkan rekomendasi gugus tugas. Ini juga ada hubungannya dengan PSBB yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.

Pihak jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri sudah menyiapkan protokol untuk mengantisipasi masuknya sekolah siswa pada era new normal. Kebijakan itu antara lain dengan melonggarkan jarak antar siswa, kelas belajar satu orang satu meja,  penggunaan masker dan sejenisnya.

Itu baik, akan tetapi ada yang lupa, yakni tentang pola hubungan siswa dengan keluarga.

Secara umum, siswa adalah anak anak dan remaja yang umumnya memiliki imunitas bagus. Bisa jadi ia tampak sehat. Namun, bisa jadi juga ia sesungguhnya potensi OTG, karena tidak dipungkiri bahwa di sekolah interaksinya beragam.

Di sinilah potensi COVID-19.

Ketika ia OTG dan pulang ke rumah, bisa jadi ia akan menemui orang tuanya, berdekatan, menciumnya, memeluknya, dan usia orang tua ada yang sudah 45 tahun ke atas. Apalagi bila siswa tersebut tinggal juga bersama nenek atau kakeknya.

Ini juga perlu diantisipasi. Karena itu, skenario new normal bagi siswa sekolah juga harus dipikirkan dan disiapkan sampai siswa pulang ke rumah. Jadi, yang dikhawatirkan bukan sekedar siswa di sekolah, akan tetapi potensi OTG siswa saat ia kembali ke rumah. Ini  mengkhawatirkan.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00