Kembali Kerja Dalam Suasana Kenormalan Baru atau New Normal

antarafoto_kesiapan_indonesia_jelang_new_normal_160520_app_6_aditya_pradana.jpg

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

Kendati jumlah angka positif corona di Indonesia belum stabil, dan bahkan kadang naik melesat tinggi, tapi sepertinya kebijakan masuk kerja lagi sudah tidak dapat ditawar. Ini kebijakan sulit, tapi realistis. Adalah Kementerian BUMN yang menginformasikan bahwa setelah hari raya Iedul Fitri akan ada aktifitas lagi pegawai dengan usia 45 tahun ke bawah.

Sementara itu, beredar viral, jadwal pembukaan kembali sejumlah Mall di Jakarta pada pekan pertama bulan Juni mendatang. Setelah itu, kabarnya Aparatur Sipil Negara akan juga kembali beraktifitas Work in Office. Kerja di Kantor. 

Infonya, menurut sekretaris KemenPAN, Dwi Wahyu Atmaji, Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi sedang menyiapkan protokol bekerja di kantor bagi ASN. Ini jelas informasi penting. Bila berhasil dilaksanakan, maka dapat dipastikan, pandemik virus Corona, tidak akan ada waktu berakhirnya, namun akhirnya masyarakat harus memulai hidup dalam suasana kenormalan baru bersama COVID-19. 

Suasana hidup New Normal atau Kenormalan baru adalah keniscayaan, karena pada kenyataanya, kehidupan sosial ekonomi perlu beputar, sedangkan vaksin anti COVID-19, belum ada kepastian dibuat. Tagline Indonesia Terserah, seolah akhirnya hilang begitu saja. 

Bila sebelum ini tenaga medis selalu berujar bahwa posisi mereka adalah di benteng terakhir penanganan COVID-19, maka pada era new normal, posisi tersebut akan tetap, namun berada pada posisi benteng yang rapuh. Orang banyak berkeliaran, berlalu lalang, beraktifitas, dan kegiatan lain, adalah satu keniscayaan dengan potensi besar terpapar corona. 

Bisa jadi, new normal ini akan menjadi seleksi alam pada teori evolusi Darwin. Hanya manusia dengan disiplin kuat, tingkat adaptasi lingkungan cepat serta kondisi imunitas tubuh baiklah yang akan bertahan hidup di tengah pandemic. 

Pegawai BUMN dan ASN akan menjadi ujung tombak  kehidupan new normal. Para pimpinan BUMN dan kelak pimpinan instansi pemerintah harus mampu menerapkan protokol kesehatan secara benar, sebab bila tidak dan protokol kesehatan itu diabaikan, maka taruhannya adalah nyawa manusia. 

Kita berharap itu tidak terjadi. Karena itu, bila new normal sebagai suatu kebijakan yang harus dilaksanakan, maka pemerintah harus juga memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar dan tegas. Selain juga didukung oleh data paparan positif corona dalam kurva menurun. Sekali lagi, ini taruhannya nyawa manusia. Khususnya pegawai BUMN dan mungkin ASN.

00:00:00 / 00:00:00