PSBB di Jakarta Diperpanjang Hingga 4 Juni Mendatang

antarafoto_kemacetan_lalu_lintas_jakarta_saat_psbb_180520_app_4.jpg

KBRN, Jakarta : Menyimak klausul Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan yang akan menjadikan PSBB pekan depan sebagai PSBB penghabisan dengan syarat masyarakat harus disiplin, sepertinya Anies  sedang tidak melihat kenyataan di lapangan.

Pernyataan itu harusnya disimpan saja oleh Anies, kalau menyoal kedisiplinan warga DKI Jakarta.

Masyarakat Ibukota, dan juga masyarakat Nusantara, sesungguhya patuh dan menurut. Semua itu tergantung pimpinan dan perangkat kerja pimpinan, termasuk Satpol PP. Kalau Gubernur DKI Jakarta dan perangkat Pemdanya konsisten, harusnya semua yang hadir saat penutupan gerai McDonald Sarinah, harus disuruh kerja sosial, sapu jalan, dan bersihkan WC. Nyatanya tidak. Demikian juga di sekitar Pasar Tanah Abang dan Pasar Cipulir Jakarta, ada orang ramai dan tidak diberi sanksi.

Tengok juga di kampung-kampung di pelosok Jakarta, sebagian masih ada orang nongkrong, masih ada sholat tarawih, dan masih banyak orang berkumpul saat sore hingga malam, dan nyatanya, mereka santai-santai saja, tanpa ada satpol PP yang menghalau. Secara konsep, Anis Baswedan bagus, tapi dalam pelaksanaannya landai-landai saja. Menjadi aneh rasanya kalau Anis Baswedan minta warga disiplin, sebab yang tidak disiplin dan konsisten itu diawali dari sikap aparat  DKI Jakarta. Sehingga seandainya PSBB di Jakarta diperpanjang lebih dari satu kali ke depan, maka mengharapkan pandemik virus corona di DKI Jakarta, akan berakhir, rasanya mustahil. 

Rakyat akan disiplin bila aparat DKI Jakarta juga disiplin dan tidak melakukan pembiaran. Sayang, PSBB di Jakarta sudah diperpanjang lagi, tapi disiplin aparat Pemda dan warga Jakarta makin kendor. Bahkan ironisnya justru jumlah pasien virus corona di Jakarta tidak turun-turun secara signifikan.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00