New Normal, Tinggalkan Pembayaran Dengan Uang Tunai

antarafoto_bi_himbau_masyarakat_melakukan_transaksi_non_tunai_010420_ol_1.jpg

Ditulis Redaktur Senior Widhie Kurniawan.

Era new normal yang digadang-gadang sebagai bentuk hidup berdamai dengan virus corona sepertinya akan segera tiba, dan kita dipaksa untuk siap menjalaninya. Tidak ada pilihan lain, kita harus siap. Salah satu budaya yang pasti berubah adalah soal urusan bayar-membayar melalui uang tunai. 

Adalah kebiasaan kita bertahun-tahun untuk berubah menggunakan uang plastik sangat sulit. Baru beberapa sektor saja menggunakan uang plastik alias e-money atau kartu Debet. Pola hidup New Normal, nantinya akan memaksa kita memggunakan e- money seperti saat membayar e-toll. Salah satu penyebabnya adalah potensi penyebaran virus corona melalui transaksi pembayaran uang tunai. 

Selama ini, banyak hal dibayar secara tunai menggunakan uang kertas atau logam. Bila dichek, uang yang kita terima dan kita bayarkan, sudah beredar puluhan, ratusan, bahkan bisa jadi sudah pernah dipegang ribuan orang. Pada saat beredar itulah potensi persebaran virus corona berlangsung, sebab bisa jadi saat uang beredar ada salah satu atau salah dua orang positif corona. 

Tidak hanya virus corona, berbagai bakteri dan virus lain juga ada di uang kertas dan logam tersebut. Tidak mungkin rasanya mencuci tangan bersamaan dengan mencuci uang, karena kalau uang sering dicuci, lama-lama rusak.

Untuk aman, hanya menggunakan uang plastik e-money atau kartu debit. Sebagai langkah awal, kabarnya pembayaran di SPBU tidak menggunakan uang cash. 

Selanjutnya sektor lain dan terakhir membayar gado-gado, ketoprak, dan membeli sayur harus menggunakan uang elektronik, termasuk saat sedekah di dalam tempat ibadah. Ini adalah satu keniscayaan dalam era new normal. (Foto: Antara/ / Oky Lukmansyah)

00:00:00 / 00:00:00