Rekor Kenaikan Tertinggi Pasien Positif Corona di Indonesia

antarafoto_rapid_test_di_pasar_kembang_surabaya_130520_ds_1.jpg

KBRN, Jakarta : Pemikiran soal pelonggaran atau relaksasi atau apapun istilahnya, harus segera dihentikan dahulu saat ini. Setidaknya, ini juga mengikuti pernyataan Presiden Joko Widodo hari Selasa lalu, agar semua pihak berhati-hati soal pelonggaran PSBB saat pandemik virus corona. Pernyataan Presiden itu semakin relevan dengan situasi hari ini, dimana catatan jumlah pasien COVID-19 sejak diumumkan pertama kali ada di Indonesia, ternyata kemarin dalam 24 jam mencapai rekor tertinggi. 

Alih-alih menuju kurva menurun, dalam penjelasan juru bicara COVID-19 Achmad Yurianto kemarin, jumlah pasien terpapar positif Corona mencapai 689 orang. Ini adalah rekor tertinggi, mengkhawatirkan. Bukannya menurun, tapi lonjakannya semakin belum terkendali. Pernah turun, lalu meningkat jadi 500, turun lagi, lalu melonjak hampir 700 orang dalam 24 jam. Jumlah kematian di Indonesia juga mengkhawatirkan, sudah tembus seribu orang meninggal. Ini sinyal bahaya. Artinya, pandemik belum dapat dikendalikan. Sehingga, sekali lagi, pemikiran soal pelonggaran dihentikan dulu. 

Percuma rasanya, kita sudah bersusah-susah selama dua bulan lebih, sudah tidak Sholat Jumat lebih dari 4 kali, tidak tarawih di masjid, dan mungkin tidak sholat Iedul Fitri,  tapi hasilnya tidak ada. Ikuti anjuran Presiden agar masyarakat harus tetap di rumah, belajar si rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Biarlah kali ini negara yang akan urus semua, termasuk soal ekonomi rakyatnya. Kita selamatkan jiwa lebih utama.

Ditulis Redaktur Senior Widhie Kurniawan

00:00:00 / 00:00:00