Upaya Penyembuhan Pasien Virus Corona COVID-19

7088486F-E519-4733-A928-302567331849.jpeg
KBRN, Jakarta: Belum lama ini di sejumlah media sosial viral seorang pasien virus corona ditangani seorang dokter yang berupaya mengeluarkan lendir dari tenggorokan pasien tersebut. Sempat ada klarifikasi seseorang yang menyebut video tersebut ayahnya dan bukan karena sakit Virus Corona, namun kemudian dibantah lagi oleh yang bersangkutan. Tidak jelas sampai sekarang sumber viral video tersebut.  Seandainya kemudian materi video tersebut adalah benar, maka tampak sekali betapa beratnya penderitaan seseorang positif virus corona. Mau bernafas sangat sulit, karena lendir pekat sekali. Ini yang kemudian disebut gagal bernafas karena serangan COVID-19 mengakibatkan infeksi akut saluran pernafasan dan paru.  Beberapa survivor menceritakan beratnya melewati masa krisis terpapar virus corona. Ada Ibu dua anak di Surabaya, Christina, ada Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, ada Walikota Bogor Bima Arya, hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tidak sedikit pasien corona tak mampu bertahan hingga akhirnya meninggal, seperti Guru Besar FK UGM, Guru besar FKM-UI, wartawan senior Wily Dreza, anggota DPR Imam Soeroso, mantan atlet renang nasional Lukman Niode dan Walikota Tanjung Pinang  Syahrul.  Banyak pakar menyebut obat pabrik,  herbal dan sejumlah metode terapi dilalukan untuk menyembuhkan pasien, seraya tetap mengingatkan pentingnya penggunaan APD dan jaga jarak. Intinya, sakit akibat virus corona ini sangat berat dan amat bebahaya.  Kemarin, jumlah pasien dalam laporan BNPB Kasus virus corona di Indonesia  9.511 kasus. Jumlah pasien sembuh corona ada 1.254 orang dan meninggal 773 orang. Ada trend sembuh meningkat dan pasien meninggal kemarin hanya 8 orang. Semoga ini trend bagus.  Tidak mudah memang meyakinkan masyarakat bahwa  virus corona dapat sembuh, akan tetapi yang pasti, ada potensi kembali sehat. Para survivor yang sehat kembali dapat menjadi gambaran betapa beratnya pandemic corona ini. Dan untuk itu, seraya berdoa, kita harus disiplin melaksanakan protokol antisipasi pandemic virus corona.Foto: Istimewa

00:00:00 / 00:00:00