Maklumat Kapolri 2020 Mulai Dilaksanakan Secara Tegas

B9F398BC-BB23-4F23-A16B-F078C5BE147D.jpeg

KBRN, Jakarta: Kita harus mengapresiasi sikap Polri yang melaksanakan Maklumat Kapolri bulan Maret 2020 yang telah dilaksanakan pada berbagai lini. Beberapa implikasi dari Maklumat Kapolri tersebut adalah pencopotan jabatan seorang Kapolsek karena melaksanakan resepsi pernikahan dengan selebgram di sebuah hotel Di Jakarta.  Langkah lain, Polisi juga memgamankan 18 orang karena tetap berkumpul di Jakarta. Sedangkan di Pekanbaru, polisi membubarkan diskotek karena kerumunan orang di dalamnya.  Ini langkah inperatif dan harus didukung. Apalagi Presiden sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. Semua ini dilakukan agar masyarakat tidak berkumpul di area publik.  Mengapa tidak boleh berkumpul, karena orang berkumpul sangat potensi ada yang menularkan Virus Corona. Virus Corona itu tidak bisa mati pada inang yang hidup. Ia menyebar tidak melalui udara, tapi akibat kontak fisik secara langsung.  Karena itu, satu satunya cara untuk mencegah penyebaran virus corona adalah tidak bersentuhan. Kalau orang berkumpul, biasanya secara sengaja atau tidak, akan bersentuhan. Karena itu, orang berkumpul harus dibubarkan. Bila tidak bubar, segera tangkap dan beri sanksi.  Kadang tindakan seperti ini perlu tegas, sebab susah juga memberi penjelasan kepada orang Indonesia. Ada yang alasan ekonomi, alasan ada keperluan, alasan bosan di rumah, dan berbagai alasan sehingga masih ke luar rumah dan berkumpul.  Inilah yang perlu disikapi secara tegas.  Di Philipina, Presiden Duterte sudah perintahkah Polisi untuk menembak warganya bila masih berkumpul atau keluar rumah. Di Indonesia, polisi masih baik, hanya dibubarkan atau ditangkap. Bahkan ada polisi yang mengiba agar warga tidak berkumpul. Tapi karena banyak orang merasa kuat dan ditambah bebal, maka saatnya polisi bertindak.  Polisi, tugasmu ada di garda depan penanganan penyebaran virus corona. Bubarkan, tangkap, dan tindak.Komentar disampaikan redaktur senior RRI, Widhie Kurniawan

00:00:00 / 00:00:00