Perlu Kebijakan Lebih Strategis Tangani Pesebaran COVID-19 di DKI Jakarta

Perlu Kebijakan Lebih Strategis Tangani Pesebaran COVID-19 di DKI Jakarta

KBRN, Jakarta : Posisi Jakarta semakin mengkhawatirkan terkait COVID-19. Bila Jakarta tidak melakukan Lockdown, maka opsi paling strategis harus segera dilakukan. Salah satunya adalah memperketat akses keluar masuk orang dari dan ke Jakarta. Memperketat akses masuk artinya, pintu masuk ke Jakarta ditutup rapat, kecuali dengan izin khusus pihak berwenang. Pintu masuk jalur kereta api, kereta comuter, kereta bandara, pesawat terbang, kapal laut, bis antar kota, jalan tol, jalan raya dan berbagai jalan tikus harus dibatasi. Ini penting agar warga Jakarta terisolasi dan kemudian ditindaklanjuti dengan kebijakan lain yang strategis, seperti rapid test atau sejenisnya. Sedangkan bagi warga Jakarta yang akan keluar kota juga dibatasi, karena dikhawatirkan akan meluaskan persebaran virus corona ke daerah lain. Ini langkah perlu dukungan semua pihak. Langkah ini sekali lagi perlu dilakukan di Jakarta. Sebab, kebijakan Work From home yg dilakukan saat ini, sepertinya tidak berhasil optimal. Mall masih beroperasi, pasar ramai, warung kopi buka, dan berbagai fasilitas umum masih ada orang-orangnya. Kondisi ini ditambah paparan skenario terburuk yang disampaikan Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Eko Margiono, dalam simulasi Fokopimda, ada potensi 8 ribu orang terpapar positif. Kalau ada angka 8.000 orang sakit corona dan tingkat kematian di DKI Jakarta 8 persen, maka berarti ada potensi orang meninggal di DKI Jakarta hingga 640 orang. Mengkhawatirkan. Ini yang harus dicegah. Sebanyak apapun lokasi yang disiapkan, seperti wisma alet, GOR olahbraga, dan sejenisnya, tidak akan berarti banyak, tanpa isolasi ketat. Saatnya sekarang.

00:00:00 / 00:00:00