Indonesia Ribut Coronavirus, Tak Sadar DBD Perlahan Makan Korban

antarafoto-kasus-dbd-di-ntt-070220-kh-4.jpg
KBRN, Jakarta : Selamat Pagi Indonesia. Pertanyaan sederhananya adalah, lebih berbahaya mana, penyakit demam berdarah atau virus Novel Corona? Peryanyaan ini diungkapkan, sebab di saat kawasan China dan sejumlah negara lain dihantui wabah virus Novel Corona, Indonesia justru sebenarnya tengah mewabah kasus demam berdarah. Korban Novel Coronavirus di Tiongkok sudah melewati angka 900 orang tewas. Sementara jumlah penderita meningkat jadi 6 ribu lebih. Sedangkan di Malaysia, Singapura dan Thailand, dilaporkan jumlah penderita virus Novel Corona semakin bertambah.  Kendati demikian, ada kabar baiknya bahwa 1.020 penderita virus Corona dinyatakan sembuh oleh otoritas kesehatan China. Di Indonesia sediri, jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan di awal 2019. Kenyataan itu dibarengi curah hujan tinggi di beberapa wilayah Tanah Air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, pada periode mulai 1 Januari hingga 29 Januari 2019, terdapat 13.683 penderita demam berdarah di seluruh Indonesia dengan 132 korban meninggal dunia. Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, untuk jumlah terbanyak terdapat di Jawa Timur dengan jumlah 2.657. Sedangkan untuk 2020 ini sudah 12 orang meninggal, dengan korban terbanyak ada di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sejak penyakit demam berdarah terindikasi pertama kali pada 1968, sudah ada 126 ribu lebih penderitanya. Harusnya ini juga menjadi catatan penting. Kita sibuk membahas virus Novel Corona di negeri orang, hingga penanganan yang super canggih, namun virus di negeri sendiri, dianggap biasa-biasa saja, termasuk meninggalnya lebih dari seratus orang dalam satu bulan di tahun lalu. Bahkan korban meninggal dunia di tahun ini juga sudah ada, tapi dianggap biasa saja.  Benarlah kata pepatah, gajah di seberang lautan tampak, tapi semut di pelupuk mata tidak kelihatan. Demikian komentar. Selamat pagi. Oleh : Widhie Kurniawan/Redaktur Senior RRI Foto : Ant/Kornelis Kaha

00:00:00 / 00:00:00