Kibaran Bendera Putih Tiongkok

nurse.jpg
KBRN, Jakarta : Setelah 304 orang meninggal dan 15.000 orang positif terinfeksi virus Novel Corona di Tiongkok, dan angka ini masih terus bertambah, pemerintah Tiongkok baru mulai berteriak mencari bantuan dari negara lain.   Sampai hari ini,  sebetulnya Publik Internasional cukup dibuat kagum dengan kegigihan pemerintah Tiongkok mengatasi virus mematikan ini. Tiongkok sukses membangun Rumah Sakit hanya dalam waktu 8 (delapan) hari, membuat lahan isolasi khusus untuk para penderita virus Novel Corona, dan lain sebagainya.  Namun kini Tiongkok sepertinya mulai kewalahan. Tenaga medis mereka ternyata tak cukuo banyak untuk mengejar jumlah penderita virus yang terus bertambah. Kabarnya tenaga medis Tiongkok sudah berminggu-minggu tidak pulang, berkonsentrasi pada penanganan penderita Coronavirus.  Namun ujungnya, tenaga medis Tiongkok pun banyak yang stress. Akhirnya Presiden Tiongkok Xi Xinping dikabarkan meminta bantuan tambahan tenaga medis ke Uni Eropa. Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang sebelumnya sangat percaya diri bisa mengelola epidemic corona dengan baik, setelah berpengalaman sebelumnya dengan SARS, kali ini sepertinya harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah.   Sebenarnya, dunia Internasional pun sudah mulai gerah ingin ikut turun tangan langsung di Wuhan. Amerika Serikat misalnya, harus menunggu izin Tiongkok untuk menerjunkan tenaga medisnya ke Wuhan. Namun sikap percaya diri yg ditunjukkan Xi Xinping sebelumnya, memang sempat membuat dunia Internasional takut salah langkah dalam menawarkan bantuan.  Namun kini kondisi memang sudah semakin runyam. Sebanyak 20 negara sudah mengkonfirmasi terdampak sebaran virus asal Wuhan ini. Tidak hanya sisi medis, ancaman kebangkrutan akibat isolasi ekonomi sebagai dampak virus Novel Corona ini sepertinya menghantui Tiongkok. Hampir seluruh negara yg terkena sebaran virus mematikan ini menutup akses masuk dari dan ke Wuhan, Tiongkok.  Tidak berhenti sampai disitu, produk-produk buatan Tiongkok pun dihindari akibat kekhawatiran sebaran virus. Mungkin sikap ini berlebihan, tapi begitulah keadaannya. Sungguh bukan pukulan yang ringan untuk Tiongkok. Namun, tak ada pesta yang tak usai, badai pasti berlalu. Walaupun hingga hari ini, dunia Internasional masih kebingungan menangani virus mematikan ini, tanda-tanda Tiongkok mulai membuka diri untuk menerima bantuan dalam menangani wabah Internasional tersebut mulai terbaca.  Tinggal menunggu momentum yang tepat agar bersamaan dengan itu uluran bantuan Internasional juga akan berdatangan. Harapannya, Hal itu bisa diwujudkan secara cepat, efektif dan sinergis, yang pada akhirnya bisa menyelesaikan persoalan sebaran virus Novel Corona. Semoga. Sekian Komentar. Oleh : Wenny Zulianti/Redaktur Senior Siaran Luar Negeri RRI

00:00:00 / 00:00:00