Jiwasraya Harus Bayar Pemegang Polis Tanpa Suntikan Uang Negara

antarafoto-pemerintah-siapkan-skenario-selamatkan-jiwasraya-11122019-gp-3.jpg
KBRN, Jakarta : Selamat pagi Indonesia. Tudingan salah seorang politisi Partai Gerindra Arif Puyuono bahwa ada kaitan antara permasalahan yang menimpa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi Jiwasraya dengan Pemilihan Presiden, harus dianggap sebagai pandangan bukan primer.  Kendati sejumlah pihak turut mengomentari kasus tersebut, termasuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin, akan tetapi ada pokok masalah serius yang memang sedang terjadi pada asuransi Jiwasraya. Perusahaan BUMN yang berdiri sejak 1859 tersebut, pernah juga dirundung masalah sebelum 2014 di era Menteri BUMN Dahlan Iskan. Artinya, sebelum era Presiden Joko Widodo, asuransi Jiwasraya juga pernah bermasalah. Nilainya tidak main-main, sekitar Rp 6 triliun. Ada yang sangat tidak beres dalam arti sesungguhnya pada asuransi jiwasraya sehingga gagal bayar Desember tahun lalu. Perusahaan milik pemerintah ini pernah melaporkan sesuatu yang aneh, ketika mengklaim keuntungan 2,4 trilyun pada 2017, lalu setelah diperiksa atas perintah Direktur Utama (Dirut) baru Asmawi Syam yang dilantik pada 2018, keuntungannya hanya sekitar Rp 300 miliar saja. Bisa jadi ini yang sempat disoroti politisi Gerindra Arif Puyuono.  Akan tetapi dalam konteks ini, fokus BPK dan Kejaksaan adalah tetap pada persoalan keuangan dan tanggung jawab Jiwasraya kepada pemegang polis. Ini penting, karena persoalan kepercayaan publik. Apalagi pada tahun lalu, pendapatan Premi Asuransi Jiwasraya anjlok tinggal Rp 8 triliun. Padahal tahun sebelummnya masih bisa mengumpulkan sekitar Rp 21 triliun. Ini jelas persoalan serius. Walaupun para pimpinan dan mantan pimpinan sudah diperiksan Kejaksaan Agung, namun fokus tetap persoalan jaminan bahwa para Pemegang Polis tetap dapat dibayar oleh asuransi Jiwasraya. Jangan sampai nanti negara menambah modal ke Jiwasraya yang ternyata untuk bayar utang. Uang Negara adalah uang rakyat. Demikian komentar, Selamat pagi. Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

00:00:00 / 00:00:00