Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden

ilusjabatan_(1).jpg

KBRN, Jakarta : Bangsa ini ternyata sangat suka berwacana. Padahal wacana itu tidak produktif dan bahkan kontra produktif. Setelah wacana menghidupkan kembali GBHN, lalu muncul kembali wacana pemilihan kepala daerah Gubernur dan walikota atau Bupati oleh DPRD. Usulan yang aneh.Belakangan muncul lagi wacana tentang perpanjangan periode masa jabatan Presiden. Seperti diketahui, sesuai amandemen UUD 1945, masa jabatan Presiden dibatasi hanya maksimal lima tahun dan maksimal dipilih kembali untuk periode kedua.Namun, ada wakil ketua MPR Arsul Sani yang menyebut adanya wacana perpanjangan periode jabatan Presiden menjadi 3 periode untuk dipilih kembali. Kabarnya wacana ini dari salah seorang kader partai Nasdem.Ada opsi juga satu kali jabatan untuk 8 tahun.  Semua itu wacana belaka. Namun di negeri ini, wacana sering ditanggapi serius.Ketua DPR Puan Maharani dari PDIP, Presiden PKS Sohibul Iman, dan sejumlah tokoh termasuk mengomentari hal itu.Sementara kepala KSP Moeldoko menyebut pihak Istana belum pernah membahas wacana perpanjangan jabatan presiden.Namanya Wacana, tentu ada argumentasinya, akan tetapi ada baiknya bangsa ini sudah tidak perlu banyak berwacana, tetapi memperbanyak kerja.Bila ingin berwacana, siapkan kajian, data, referensi dan berbagai hal penguatnya. Bika tidak ada, cukupkanlah soal wacana tersebut.Bangsa yang besar adalah bangsa yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan detil, terarah. Bekerja keras dan bukan banyak wacana. Demikian komentar

00:00:00 / 00:00:00