Siwaratri, TNI-Polri Imbau Umat Rayakan di Rumah

KBRN, Denpasar : Umat Hindu merayakan Siwaratri, Selasa (12/1/2021). Siwaratri merupakan perayaan tahunan untuk memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa. 

Umat Hindu di Bali memaknai Siwaratri sebagai momentum evaluasi dan instrospeksi diri. Siwaratri pun dianggap sebagai malam peleburan dosa dengan cara melakukan brata. Brata dilaksanakan dengan puasa, jagra (tidak tidur), dan mona brata (berdiam diri tidak bicara). 

Selain itu, Siwaratri juga biasanya diisi dengan prosesi melukat (pembersihan pikiran dan jiwa). Melukat dilaksanakan satu hari setelah merayakan Siwaratri. 

Ditengah pandemi Covid-19, umat tampaknya tidak dapat merayakan Siwaratri sebagaimana mestinya. Kepala Bagian Operasi Polresta Denpasar Komisaris Polisi Gede Putu Putra Astawa berharap warga melakukan ritual Siwaratri di rumah masing-masing. 

"Adanya kerumuman itu yang kita harapkan tidak terjadi. Maka dari itu nanti di pantai-pantai kita berharap bersama dengan Bendesa Adat supaya mengimbau atau fasilitas yang digunakan bisa dibatasi," ungkapnya kepada RRI di Denpasar, Senin (11/1/2021). 

"Pengurus adat supaya membatasi misalnya lokasi permandian, agar tidak terlalu berkerumun. Jadi mungkin bisa secara bergilir atau jumlahnya juga dibatasi," imbuhnya. 

Kepala Penerangan Korem 163/Wira Satya, Mayor Arm. Ida Bagus Putu Diana Sukertia ditempat terpisah memastikan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengikuti seluruh arahan pemerintah. Arahan itu menitikberatkan mekanisme pelaksanaan kegiataan keagamaan.

"Jadi perayaan Agama itu berjalan, penerapan protokol kesehatan itu berjalan, dan tugas kita juga sama, mengawasi, memonitor, bagaimana penerapan protokol kesehatan itu sendiri. Bagaimana menghindarkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan berkerumun," katanya. 

Guna menghindari kerumuman dalam perayaan Siwaratri, ia memastikan jajaran Korem 163/Wira Satya sebagai bagian dalam Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali telah melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat. 

Tak hanya itu, pihaknya juga selalu menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak berkerumun selama pandemi Covid-19. Jika imbauan itu tidak diindahkan, jajarannya di lapangan akan melayangkan teguran secara persuasif. 

"Bahwa pada dasarnya kita melakukan kegiatan keagamaan, lakukanlah dengan sebaik-baiknya, tanpa juga menimbulkan nanti hal-hal baru. Umpamanya jangan sampai terjadi klaster baru penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00