Keris Bali Tembus Pasar Asean, Harganya Capai Puluhan Juta

Keris Bali Tembus Pasar Asean, Harganya Capai Puluhan Juta. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tampaknya tidak menggerus animo untuk mengkoleksi keris.

Bahkan senjata tikam golongan belati dengan bilah berkelok-kelok ini berhasil menarik minat  masyarakat mancanegara.

Salah seorang kolektor keris asal Bali, Pande Pratama mengaku, mendapat banyak permintaan keris dari negara tetangga.

Pandemi COVID-19 disebut tidak mempengaruhi proses jual-beli keris antarnegara.

"Kalau luar negeri, untuk pasar saya itu sampai saat ini Singapura dan Malaysia. Itu lumayan. Kadang ada satu orang, tahun ini dari awal tahun saya sudah kirim ke Malaysia sekitar 8 keris. Baru-baru ini, sekitar awal bulan lalu, waktu lockdownnya Malaysia dibuka," katanya kepada RRI di Denpasar, Sabtu (25/7/2020).

Pande mengemukakan, satu bilah keris yang diekspor ke Singapura dan Malaysia dihargai sekitar Rp15 juta per bilah.

Masyarakat negeri jiran dan negeri singa diakui cenderung membeli keris baru ketimbang keris tua.

"Kalau sejauh ini mereka hanya mengejar dari sisi seni. Jadi ukirannya atau desain ukiran, corak kayu, mungkin detail pengerjaan. Karena yang pesan di saya juga pesan di Lombok (Nusa Tenggara Barat), pesan di Sumenep (Madur) juga. Jadi dari seni sama ciri khas masing-masing daerah. Kalau ditawari keris tua, mereka belum. Padahal keris baru yang mereka pesan itu harganya jauh lebih tinggi dari keris tua, karena pakai ukiran emas kombinasi perak, pakai permata, itu yang menyebabkan dia lebih tinggi," ujarnya.

Disinggung soal perawatan, Pande membeberkan, khusus di Bali pemeliharaan keris biasanya dilakukan setiap hari suci tumpek landep.

Tata cara perawatan yaitu membuka penutup, dengan tujuan memberikan udara bagi bilah keris. Sedangkan bilah keris bisa dibersihkan menggunakan air maupun cairan jeruk nipis, dan bungkak (air kelapa hijau),

Setelah dibersihkan, keris harus dikeringkan. Kemudian pada tahap akhir, bilah keris dilumuri minyak dicampur pewangi. Minyak yang digunakan bisa dengan minyak mesin jahit atau lengis nyuh (minyak kelapa). Proses itu kata Pande dapat dilakukan minimal enam bulan sekali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00