Wujudkan Mimpi Warga, TNI AD Buka Akses Desa Buahan Gianyar

TNI bersama masyarakat bahu membahu membuka akses jalan di Desa Buahan, Gianyar. (Penrem 163/Wira Satya)

KBRN, Gianyar : Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana akan kembali melaksanakan TNI Manunggal Membangun Desa. TMMD ke-108 akan berlangsung Selasa 30 Juni 2020 hingga Rabu 29 Juli 2020 dan mengambil lokasi di Desa Buahan, Kabupaten Gianyar.

Buahan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Gianyar. Desa ini memiliki hawa sejuk dan terkadang dingin. 

Masyarakat Desa Buahan selama ini bergantung dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata. Namun minimnya akses membuat Buahan terkesan menjadi salah satu daerah tertinggal dibandingkan desa lain di Kabupaten Gianyar.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1616/Gianyar, Letkol Inf. Frandi Siboro mengemukakan, pada TMMD ke-108 TNI Angkatan Darat akan mewujudkan akses jalan dilokasi tersebut. Dikatakan, jalan selama ini menjadi mimpi bagi warga Desa Buahan. 

Ia menjelaskan akses jalan yang dibuka sepanjang 2.359 meter atau 2,3 kilometer. Penggarapan jalan ini sudah dilaksanakan pada pra-TMMD ke-108, yaitu sejak Jumat 29 Mei 2020. 

Jalan ini akan menghubungkan Desa Buahan dengan Desa Kerta, Kecamatan Payangan. Akses dua desa itu sebelumnya dibelah oleh Sungai Ayung. 

"Jadi kalau masyarakat itu, sebelum akses jalan ini dibuka, itu mengalami kesulitan, yaitu yang pertama apabila melaksanakan kegiatan Ngaben. Jadi kalau untuk kegiatan Ngaben, masyarakat di Desa Buahan itu harus jauh menempuh jalan ke Pura Dalem, kurang lebih 20 kilometer. Dengan adanya akses jalan ini, dia (masyarakat) bisa tempuh kurang lebih 1 kilometer," ungkap Dandim 1616/Gianyar, Letkol Inf. Frandi Siboro, Kamis (18/6/2020). 

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1616/Gianyar, Letkol Inf. Frandi Siboro. (KBRN)

Selain itu, jalan ini juga akan mempermudah siswa di Desa Buahan ketika berangkat ke sekolah. Ia menyebut, sebagian besar masyarakat Buahan Kaja menempuh pendidikan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan. Sebelum adanya akses jalan, siswa asal Buahan Kaja harus berputar menuju sekolah.

"Jadi dengan adanya akses jalan ini akan lebih mempercepat kegiatan pendidikan di wilayah tersebut," ujarnya. 

Kondisi serupa juga berlaku bagi aktivitas perekonomian warga. Komandan Satuan Tugas TMMD ke-108 Gianyar itu menyampaikan, pemasaran komoditi ekonomi masyarakat Kecamatan Payangan menuju pusat kota Gianyar termasuk Kota Denpasar selama ini memerlukan waktu yang cukup panjang. 

"Karena disepanjang rute jalan yang kita buka itu adalah merupakan sawah dan ladang yang merupakan mata pencaharian masyarakat. Untuk pariwisata disana kan ada kebun raya di daerah Pilan itu, jadi dengan adanya akses jalan, itu juga akan mempermudah masyarakat melakukan aktivitas, baik pedagangan, mungkin juga nanti untuk wisatawan apabila ingin berkunjung ke daerah tersebut," lanjutnya.

TNI bersama rakyat melaksanakan pra TMMD ke-108 di Desa Buahan, Gianyar. (Penrem 163/Wira Satya)

Guna mempercepat pengerjaan, Satuan Tugas TMMD ke-108 Gianyar mengerahkan 150 orang. Satgas TMMD ke-108 Gianyar berasal dari satuan bantuan tempur, dan tim asistensi dinas/instansi terkait. Pelibatan personel jumlah besar itu, akan dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19. 

"Selama melaksanakan kegiatan pra-TMMD termasuk TMMD, kita tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Supaya penyebaran dan penularan virus corona bisa dihentikan atau diputus. Dengan cara menggunakan masker, kemudian melaksanakan penyemperotan disinfektan terhadap barang, perlengkapan yang akan kita gunakan," imbuh Dandim 1616/Gianyar, Letkol Inf. Frandi Siboro.

Sementara Perbekel Desa Buahan Kaja, I Wayan Wirtama mengaku, akses jalan yang dibuka sangat membantu masyarakat. Terlebih selama ini masih ada warganya yang terisolir. 

"Itu kan menghubungkan dua desa di Kecamatan Payangan, Buahan Kaja sama Kerta. Ada warga yang terisolir juga. Nanti kalau terbuka itu, tidak terisolir lagi," sebutnya. 

Wirtama mengatakan, warganya yang terisolir sebanyak 9 kepala keluarga (KK). Selama akses jalan belum dibuka, warga Buahan Kaja harus berjalan menyusuri perkebunan. 

"Warga selama ini harus berjalan sejauh 4 kilometer menuju banjar induknya. Kalau menuju jalan kabupaten mereka harus keliling melewati jalan pertanian, kurang lebih mencapai 2 kilometer. Tetapi kalau sekarang dibuka, itu hanya 500 meter," tutup Perbekel Desa Buahan Kaja, I Wayan Wirtama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00