Karya Seniman Bali dalam PKB Virtual Berkualitas

Pesta Kesenian Bali - PKB Virtual ditengah Pandemi Covid 19 - Ist

KBRN, Denpasar : Kreativitas seniman Pulau Dewata dalam Pesta Kesenian Bali – PKB Virtual sangat berkualitas. Namun seni virtual itu tidak bisa dinikmati semua kalangan karena keterbatasan pengetahuan mengakses tontonan virtual tersebut.

Hal itu diungkapkan Pengamat Seni Budaya Bali Anak Agung Tirta Ray saat dikonfirmasi RRI di Denpasar, Minggu (4/7). Diakui, kalangan milenial yang menguasai teknologi sangat mudah mengakses tontonan seni tersebut, berbeda dengan kalangan lansia yang awam teknologi.// Jikapun bisa menonton secara online, berjam – jam didepan gadget atau komputer tentu menjadi tontonan yang membosankan.

“Menurun tetapi penurunannya bukan karena karya senimannya namun pandemic yang mengakibatkan antusias masyarakat menurun, ya kalau yang memahami teknologi antusiasnya sangat tinggi menonton pertunjukkan virtual, namun kalangan yang awam teknologi tentu tidak bisa mengakses tontonan virtual tersebut,” ucap Tirta Ray.

Menurut Tirta Ray, tangan dingin seniman Bali berhasil menciptakan karya seni yang bisa diakses secara virtual, namun greget PKB yang identic dengan glamornya panggung serta keriuhan penonton tidak lagi dirasakan pengunjung PKB tahun ini. Dikatakan, PKB tahun ini menjadi pembelajaran bagi Pemerintah untuk semakin membenahi kualitas perhelatan Pesta Kesenian Bali, sehingga pesta akbar seni budaya ini tidak kehilangan rohnya.

“PKB tahun ini memang berbeda dengan protokol kesehatan ketat, pertunjukkan secara virtual, tidak ada satu orang pun yang menginginkan kondisi seperti ini, namun harus kita lalui dengan tetap mematuhi aturan prokes covid 19,” pungkas Tirta Ray.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Putu Gede Eka Sudarwitha mengungkapkan, ditengah pemberlakuan PPKM darurat, pementasan seni yang awalnya digelar langsung tanpa penonton harus dialihkan ke virtual. Kondisi ini menyesuikan dengan aturan PPKM darurat hingga 20 Juli mendatang. Diakui, pembatasan yang dilakukan Pemerintah tidak tanpa alasan yang muaranya untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Ya itu aturannya jadi kita ikuti sesuai arahan Pemerintah, muaranya untuk kesehatan dan keselamatan bersama,” pungkas Eka Sudarwitha.

Pesta Kesenian Bali – PKB ke 43 akan ditutup 10 Juli mendatang. Perhelatan seni budaya yang berlangsung 1 bulan tersebut sejatinya digelar secara virtual dan langsung dengan prokes ketat. Namun, sejak 3 Juli kemarin sejumlah pementasan seni yang digelar secara langsung tanpa penonton dialihkan secara virtual. Termasuk pameran produk UKM yang awalnya akan ditutup 10 Juli dimajukan 3 Juli menyesuaikan dengan penerapan PPKM Darurat Jawa Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00