Penjualan Perak Merosot, Terbantu PKB dengan Promosi Online

Kerajinan Perak Agus Silver dalam Pameran UKM PKB 2021

KBRN, Denpasar : Angka penjualan kerajinan perak asli Bali ditengah pandemic merosot signifikan akibat menurunnya daya beli masyarakat. Jika dulu para pengrajin perak sampai menolak orderan karena banyaknya pesanan, saat ini justru harus pintar mengatur strategi untuk memenuhi target penjualan.

Hal itu diakui salah seorang pengrajin perak sekaligus Owner Agus Silver Ni Wayan Supartiwi di Taman Budaya Denpasar, dikonfirmasi RRI, Kamis (17/6). Ia mengungkapkan, merosotnya penjualan perak mengharuskannya merumahkan karyawan karena tidak bisa menutupi biaya operasional. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih memfokuskan pendapatannya untuk biaya dapur, sehingga dana untuk gaya hidup lebih ditekan. Kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap penjualan kerajinan perak lokal yang merosot hingga 80 persen.

Wayan Supartiwi menjelaskan, para pengrajin perakpun harus jeli memasarkan produk kerajinan melalui online maupun pameran langsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Ia mengakui, ruang yang diberikan Pemerintah melalui PKB sangat memfasilitasi pelaku UKM maupun para pengrajin perak memasarkan produk kerajinan, apalagi stand UKM di PKB gratis.

“Sangat terbantu sekali dengan adanya PKB, kita dibantu mempromosikan produk apalagi standnya gratis, kami sangat merasakan sekali dampak pandemic saat ini pesanan sangat – sangat merosot bahkan belum ada orderan sama sekali,” ungkap Supartiwi.

Berdasarkan pantauan RRI di Taman Budaya Denpasar semalam kunjungan masyarakat ke PKB sangat sepi. Pengunjung cenderung hanya melihat – lihat produk kerajinan perak, kain tenun dan ukiran kayu tanpa berbelanja. Stand kuliner pun tidak seramai PKB sebelum pandemic. Sementara, untuk Jumat pagi dan malam harinya, pengunjung PKB akan disuguhkan pementasan gamelan samara pagulingan duta Kabupaten Tabanan di gedung Ksirarnawa serta parade gong kebyar wanita duta Kabupaten Bangli dan Buleleng yang bisa disaksikan melalui Youtube Dinas Kebudayaan  Propinsi Bali dan Pro 4 RRI Denpasar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00