Perayaan Galungan, Momentum Untuk Introspeksi Diri

Suasana Persembahyangannya di Pura Agung Jagatnatha di Denpasar (Foto: Istimewa)

KBRN, Denpasar: Hari Raya Galungan oleh Umat Hindu dimaknai sebagai kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (keburukan). Tentu ditengah situasi pandemic covid-19 perayaannya cukup berbeda. Bahkan ini adalah Galungan kali kedua bagi umat Hindu untuk melaksanakan seluruh rangkaiannya dengan mengedepankan protocol kesehatan.

Biasanya eforia  Galungan  terlihat ketika umat beramai-ramai datang melakukan persembahayangan di Pura, tradisi ngelawang, mepatung semarak dilakukan. Namun  kali ini tidak  terlihat lagi, ada beberapa ketentuan mulai dari pembatasan pemedek (umat)  datang ke Pura, pelarangan adanya kerumunan dan lainnnya.

Meski demikian tentu tidak akan mengurangi makna Galungan itu sendiri. Sekretaris Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Kota Denpasar  I Made  Arka  dihubungi RRI di Denpasar, Rabu (15/4/2021) mengajak  umat Hindu agar selalu menerapkan  prokol kesehatan ketika melakukan persembahyangan. Selain itu yang terpenting lagi adalah, bagaimana momentum Hari Suci Galungan tidak hanya sebatas seremonial saja, namun bisa dijadikan momentum untuk introspeksi diri.

“Kita  berharap umat Hindu itu bisa memaknai  lagi. Konsep Agama Hindu ada tatwa, susila dan acara. Selama ini  umat Hindu  banyak mengandalakan  acara saja, kalau  sudah ada upakara, (banten) puput, dianggap cukup, kita berharap dari PHDI  juga menyampaikan agar Tatwa dan Susila itu  juga diterapkan juga. Inilah hal hal yang kita harapkan agar kita mulai sarira , kesederhanaan agar  umat Hindu  merayakan hari raya Galungan bisa dilakukan dengan tenang  dan melakukan kemenangan Dharma mewalan  Adharma yang memiliki konsep mulat sarira”,  terangnya.

Lebih lanjut Arka mengatakan, momentum Hari Suci Galungan ini dapat meningkatkan sradha bakti umat. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini Protokol Kesehatan menjadi kunci utam dengan menerapkan 5 M. Dengan demikian niscaya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00