PHRI Bali Ungkap Penurunan Kunjungan Wisatawan Awal 2026

  • 14 Feb 2026 10:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menilai potensi kunjungan wisatawan pada libur panjang Tahun Baru Imlek tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan, terutama jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati kepada RRI.CO.ID, jum’at 13 Februari 2026, mengatakan libur panjang selama empat hari biasanya mendorong kenaikan tingkat hunian hotel dari wisatawan domestik.

Namun, kondisi tahun ini berbeda karena sejumlah faktor eksternal memengaruhi minat perjalanan. Menurutnya, penurunan perjalanan wisatawan domestik dipicu oleh faktor cuaca yang kurang mendukung, mahalnya harga tiket, serta munculnya destinasi alternatif di Indonesia yang semakin gencar dipromosikan.

Selain itu, kebijakan pembatasan kegiatan perjalanan bagi pelajar serta pengetatan anggaran pemerintah juga berdampak pada berkurangnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Bali. Dari sisi wisatawan mancanegara, periode Januari hingga Februari masih tergolong musim sepi (low season).

Bahkan, berdasarkan tren pemesanan tiket dari pasar Eropa, terjadi penurunan sekitar 20 persen. Sementara pasar Australia relatif stagnan. “Kalau melihat dari kedatangan berdasarkan informasi dari travel online ataupun travel yang konvensional, satu pasar potensial kita adalah Eropa. Nah, ini yang kita lihat sudah lihat tren dari pembeli tiket jurusan ke Bali yang penerbangan ke Bali, ini turun 20% untuk pasar Eropa. Australia masih stagnan dia, tapi Eropa sudah turun 20%, jadi okupansi kita pasti terpengaruh nanti dengan kondisi tersebut.” Ujarnya.

Penurunan tersebut turut memengaruhi tingkat okupansi akomodasi, khususnya hotel nonbintang dan vila. Jika pada periode yang sama tahun sebelumnya tingkat hunian dapat mencapai 65 hingga 70 persen, kini rata-rata berada di kisaran 40 hingga 50 persen.

Secara tahunan, kunjungan wisatawan domestik tercatat turun sekitar 14 persen, sedangkan wisatawan mancanegara masih mengalami kenaikan sekitar 10,8 persen. Meski demikian, kondisi geopolitik global serta faktor cuaca turut memengaruhi pergerakan perjalanan ke Bali pada awal 2026.

PHRI Bali tetap berharap momentum libur panjang dapat menjadi pemicu pergerakan wisata, sekaligus mendorong berbagai upaya promosi dan pembenahan isu-isu pariwisata agar kunjungan wisatawan kembali meningkat pada periode berikutnya. “Ya kita tetap berharap pariwisata bisa meningkat. Upaya kita tentu dengan jalan promosi, kemudian beberapa isu-isu yang sering dijadikan alasan masalah sampah dan lain sebagainya, ini juga menjadi perhatian kita bersama termasuk pemerintah, PHRI kita saling bergandengan tangan bagaimana mengatasi." Ungkap Cok Ace Kepada RRI Denpasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....